Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memacu pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga mencapai target 7,2 persen melalui penguatan industri bernilai tambah serta integrasi kawasan Superhub Ekonomi Ibu Kota Nusantara.
"Pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 6 hingga 7,5 persen perlu didukung oleh setiap provinsi, di mana Kalimantan Timur diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan pada angka 5,7 sampai 7,2 persen," ujar Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi Kementerian PPN/Bappenas Mohammad Roudo pada Musrenbang Provinsi Kaltim di Samarinda, Kamis.
Roudo menekankan pencapaian target tersebut harus melewati tantangan global yang kompleks seperti volatilitas harga minyak, ketidakpastian perdagangan, hingga adopsi teknologi kecerdasan artifisial yang kian masif.
Pemerintah pusat mengarahkan kebijakan pembangunan tahun 2027 untuk mengakselerasi pertumbuhan berkualitas melalui peningkatan produktivitas sumber daya manusia dan penguatan struktur investasi di berbagai sektor strategis.
Bappenas mengarahkan strategi pembangunan di wilayah Kalimantan Timur difokuskan pada diversifikasi ekonomi demi mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan melalui hilirisasi industri berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
"Peningkatan konektivitas jalan nasional serta pengembangan bandara di wilayah Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara menjadi prioritas utama guna menghubungkan pusat suplai komoditas dengan rantai nilai nasional," kata Roudo.
Bappenas juga mendorong pengembangan kawasan strategis pariwisata Derawan serta optimalisasi sentra perikanan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor ekstraktif bagi masyarakat lokal.
Di sisi lain, pemerintah daerah diminta mewaspadai risiko bencana hidrometeorologi ekstrem seperti fenomena Godzilla El Nino dengan memperkuat mitigasi bencana serta rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) secara konsisten.
Lebih lanjut, ia mengatakan implementasi sejumlah Proyek Strategis Nasional seperti North Hub Development Project dengan pengembangan Sumur Geliga-1 Blok Ganal terus dikawal untuk memastikan ketersediaan energi serta penciptaan lapangan kerja baru.
"Optimalisasi pendapatan asli daerah dan peningkatan kualitas belanja pada tingkat kabupaten maupun kota menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan fiskal serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara inklusif," kata Roudo.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026