Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timut (Kaltim) Andi Trasodiharto meminta petani setempat untuk mengatur pola tanam sebagai upaya mendukung pasokan kebutuhan bahan baku pangan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten itu.
"Petani diarahkan untuk mengatur pola tanam agar bisa menyuplai kebutuhan pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setiap hari," ujar Andi di Penajam, Rabu.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan skema kemitraan berbasis komoditas antara SPPG dengan petani setempat untuk memasok kebutuhan pangan program MBG.
Sayur-sayuran bisa diproduksi petani lokal. Petani lokal sebagai penyuplai SPPG, karena selain meningkatkan kesejahteraan, juga bisa tetap menjaga pasokan di pasaran.
Dapur penyedia menu MBG di Kabupaten Penajam Paser Utara komitmen menggunakan komoditas pangan yang diproduksi petani lokal, antara lain sawi, kangkung, terung, bayam, cabai, kacang panjang, dan lainnya.
Baca juga: Penajam buat skema berbasis komoditas pangan antara SPPG-petani
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara akan menjembatani antara SPPG dengan kelompok tani untuk membangun kerja sama.
"Jadi, petani harus bisa membudidayakan tanaman pangan dan hortikultura sesuai kebutuhan SPPG," katanya.
Sepuluh SPPG telah beroperasi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan melayani sekitar 12.770 peserta didik penerima manfaat, ditargetkan 24 dapur penyedia menu MBG dioperasikan. Selain itu, juga menyiapkan SPPG satelit di daerah terpencil.
Penyelarasan kebutuhan pasokan bahan pangan menu MBG dengan petani lokal dilakukan agar petani bisa menjadi pemasok berkelanjutan atau memenuhi kebutuhan SPPG setiap hari.
Baca juga: SPPG klarifikasi soal MBG bagi kelapa di Muara Badak
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026