Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus membina dan mengembangkan ekonomi kreatif serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai bagian dari upaya melakukan transformasi ekonomi tak terbarukan menjadi yang dapat diperbarui.

Hal ini dilakukan karena selama ini Kukar banyak bergantung pada sektor migas dan batu bara, sedangkan sektor ini suatu saat akan habis, sehingga hal ini perlahan diubah ke ekonomi yang bukan hanya dapat diperbarui, namun juga dikembangkan seperti UMKM, ekonomi kreatif, pertanian, dan pariwisata.

"Pemkab Kukar berkomitmen terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM agar terus berkembang. Terlebih di tiap kecamatan memiliki UMKM kreatif dengan produk unggulan masing-masing," kata Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Rabu.

Saat ini jumlah UMKM di Kukar sebanyak 40.776 unit usaha yang terdata dengan berbagai bentuk usaha mulai dari minuman herbal, makanan ringan, kuliner, kerajinan, kain batik, hingga aneka jenis kerajinan tangan.

Bentuk pembinaan yang dilakukan antara lain memberikan bantuan modal usaha, menguatkan inkubasi bisnis bagi UMKM serta ekonomi kreatif, hingga melakukan penguatan dan pemberdayaan.

Baca juga: Kutai Kartanegara tuntaskan verifikasi seribu pelaku UMKM

Salah satu yang menjadi perhatian pihaknya adalah Rumah Produksi Salambar, industri rumahan yang memproduksi kain serat alami, berlokasi di Kelurahan Salok Api Darat, Kecamatan Samboja Barat, lokasi yang merupakan delineasi dengan Ibu Kota Nusantara.

Dalam hal ini, dua hari lalu ia melakukan kunjungan ke rumah produksi tersebut. Terlebih kain serat alami di Salambar merupakan produk representasi dari potensi bentuk kreativitas di Kecamatan Samboja Barat.

“Rumah produksi ini memang baru berdiri satu tahun yang lalu, namun karena pelakuknya aktif dan kreatif yang diawali dari mimpi ibu ibu rumah tangga untuk mempekerjakan banyak orang, sehingga produk kain khas ini sudah banyak yang berminat,” katanya.

Salambar merupakan kain khas Kukar yang diproduksi dari bahan dasar dari bahan lokal dari aneka pohon endemik, sehingga dari keunikan ini memiliki potensi untuk masuk ke pasar nasional.

"Pada awalnya usaha ini tumbuh secara organik di masyarakat, kemudian pemerintah daerah hadir untuk mendukung usahanya sejak tahun lalu agar secara kuantitas dan kualitas bisa meningkat," kata Rendi.

Baca juga: Otorita IKN target hapuskan kemiskinan dengan digital UMKM

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026