Samarinda (ANTARA) - Mantan Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh menyatakan bahwa pelantikan Angela Idang Belawan dan Suhuk sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu periode 2025–2030 oleh Gubernur Kalimantan Timur menjadi semangat baru untuk membangun daerah itu menjadi lebih maju.
"Selamat atas pelantikan bupati dan wakil bupati Mahulu (Mahakam Ulu) periode 2025–2030, hal ini tentu menjadi semangat baru dalam melanjutkan program-program pembangunan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," kata Bonifasius di Samarinda, Rabu.
Ia menyatakan program pembangunan yang menjadi prioritas terkini adalah infrastruktur dasar yang meliputi pembangunan jalan dan jembatan, pendidikan, kebutuhan air bersih, dan sarana transportasi lainnya.
Terutama pada pembangunan jalan dan jembatan, termasuk pembangunan Bandara Ujoh Bilang yang sedang berproses. Hal ini penting untuk membuka aksesibilitas masyarakat dalam upaya percepatan menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Mahulu.
Bonifasius yang memimpin Kabupaten Mahulu dua periode ini juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, sehingga berbagai kebutuhan daerah bisa ditanggulangi bersama.
"Hal ini penting agar berbagai program yang dikolaborasikan dapat benar-benar memberikan manfaat nyata, sesuai dengan kondisi geografis serta kebutuhan masyarakat mulai wilayah hilir, tengah, hingga hulu Sungai Mahakam," katanya.
Is kemudian berharap agar bupati dan wakil bupati Mahulu masa jabatan 2025–2030 senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah, serta mampu mewujudkan Mahulu yang semakin maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Sehari sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melantik Angela Idang Belawan dan Suhuk sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mahulu periode 2025–2030 di Pendopo Lamin Etam, Samarinda.
Pada kesempatan itu, Angela Idang Belawan menegaskan komitmennya menjalankan amanah dan segera bekerja, terutama dalam mengatasi berbagai persoalan mendesak terkait pembangunan infrastruktur dasar.
"Untuk pembangunan jalan pasti akan kami utamakan, terutama jalan penghubung antar-kecamatan, kemudian dari kampung ke jalan poros agar masyarakat tidak terus menerus bergantung pada jalur sungai yang berdampak pada ongkos angkut lebih mahal," kata Angela.
