Perum Bulog Cabang Samarinda memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadhan, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik.

Kepala Cabang Bulog Samarinda, Adi Yanuar, di Samarinda, Kamis, mengungkapkan bahwa cadangan beras di gudang Bulog saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 10 kabupaten/kota di Kaltim.

"Alhamdulillah, stok kita cukup untuk menghadapi Ramadhan dan Lebaran. Saat ini tersedia sekitar 18.405 ton beras medium dan 621 ton beras premium. Jumlah ini sangat aman untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat selama periode tersebut," ujar Adi saat memaparkan stabilitas sembako.

Ia menjelaskan bahwa pasokan beras di gudang Bulog Kaltim dipastikan berasal dari serapan dalam negeri. Mengingat Kaltim bukan daerah sentra produksi padi, pasokan didatangkan dari wilayah lain, termasuk Sulawesi Selatan.

Sebagai langkah konkret menekan inflasi, Bulog akan berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada Jumat, 13 Februari 2026.

"Kami akan menyalurkan beras dan komoditas lainnya dalam pasar murah tersebut. Lokasinya tersebar di titik-titik yang telah ditentukan oleh Dinas Tanaman Pangan serta di gudang-gudang kami," tambahnya.

Selain menjaga stok, Bulog melakukan pemantauan intensif terhadap fluktuasi harga melalui koordinasi dengan Satgas Pangan Polda dan pemerintah daerah.

Adi menegaskan bahwa harga komoditas Bulog tetap stabil dan seragam, termasuk di wilayah pedalaman.

“Untuk wilayah seperti Mahakam Ulu yang sempat mengalami lonjakan harga, kami telah mengirimkan pasokan beras bekerja sama dengan perangkat daerah dan Satgas Pangan guna memastikan stabilitas harga di sana," jelasnya.

Adi  menegaskan komitmen Bulog Samarinda untuk menjaga ketersediaan hingga Idulfitri mendatang. Saat ini, produk Bulog semakin mudah diakses masyarakat melalui ritel modern maupun agenda GPM.

"Harapan kami, kehadiran Bulog dapat meringankan beban ekonomi masyarakat akibat fluktuasi harga menjelang hari besar keagamaan. Stok insyaallah tersedia, jadi warga tidak perlu khawatir," kata Adi.

Baca juga: Masjid Negara IKN siap digunakan Ramadhan 2026

Pewarta: Arumanto

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026