Samarinda (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memastikan stok pangan, khususnya beras dalam kondisi aman hingga musim panen berikutnya pada tahun 2026.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, di Samarinda, Senin, menyebutkan bahwa stok pangan tersebut berasal dari realisasi serapan beras lokal pada 2025 mencapai kurang lebih 9.500 ton, ditunjang dengan stok beras dari impor antarwilayah khususnya di Jawa dan Sulawesi.
Ia menegaskan bahwa penyerapan gabah dan beras dari petani lokal tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung ketahanan pangan. Selain itu, upaya ini juga membantu para petani lokal dengan membeli hasil panen mereka sesuai harga standar.
"Kualitas beras yang diserap menjadi prioritas utama. Proses penyerapan dilakukan sesuai dengan persyaratan ketat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk beras kelas medium, mencakup standar kadar air dan butir patah (broken)," jelasnya.
Ia mengungkapkan saat ini, Bulog Kaltim-Kaltara memiliki cadangan stok mencapai 28.900 ton. Stok ini disimpan di 8 kompleks gudang dengan total 15 unit gudang yang tersebar di titik-titik strategis, seperti Samarinda, Berau, Paser di Kaltim, serta Tarakan dan Bulungan di Kaltara.
" Stok beras tersebut sudah termasuk cadangan untuk kebutuhan darurat, seperti bencana alam atau gagal panen," katanya.
Menghadapi tingginya permintaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), lanjut Musazdin, Bulog gencar menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Bulog memproyeksikan akan mendistribusikan sekitar 14.000 ton beras SPHP hingga Desember. Selain beras SPHP, Bulog juga menyediakan beras kelas premium untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar yang lebih luas.
Ia menabahkan, sebagai bagian dari program pemerintah, Bulog Kaltim-Kaltara juga telah menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Oktober dan November sebesar kurang lebih 2.450 ton.
Dengan ketersediaan stok yang memadai, Musazdin mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir akan pasokan beras menjelang akhir tahun 2025 ini.
