Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan 70 Brigade Pangan di wilayah Kalimantan Timur sebagai strategi untuk mewujudkan target swasembada pangan daerah tersebut.
"Target swasembada ini bertumpu pada lima kabupaten penyokong utama yakni Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Timur yang memiliki potensi lahan produktif sangat besar," ujar Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan Kaltim Ahmad Hamdan di Samarinda, Rabu.
Menurut dia, seluruh upaya percepatan produksi pangan ini bermuara pada pembentukan puluhan Brigade Pangan yang dirancang menjadi pusat kegiatan operasional pertanian modern di tingkat tapak.
Brigade Pangan ini memiliki fungsi untuk mendampingi petani mulai dari proses pengolahan lahan, penyediaan sarana produksi, hingga membantu pemasaran hasil panen agar lebih menguntungkan.
Setiap unit brigade diawaki oleh 15 orang petani milenial yang dipilih khusus untuk menggerakkan regenerasi petani dan menerapkan teknologi pertanian terkini di desa masing-masing.
"Satu tim Brigade Pangan ditargetkan mampu mengelola area pertanian seluas 150 hingga 200 hektare dengan manajemen yang lebih terstruktur dan berorientasi pada hasil yang maksimal," papar Hamdan.
Lanjutnya, para petani muda yang tergabung dalam brigade ini berkolaborasi erat dengan kelompok tani maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat untuk memastikan sinergi di lapangan berjalan lancar.
Kementerian Pertanian memberikan dukungan terhadap operasional brigade melalui bantuan alat mesin pertanian modern seperti traktor roda empat, traktor tangan, hingga mesin panen kombinasi atau combine harvester.
Pemerintah juga menyediakan fasilitas penggilingan padi modern guna meningkatkan kualitas beras yang dihasilkan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.
Hamdan menjelaskan, program optimalisasi lahan rawa yang telah berjalan terbukti sukses meningkatkan produktivitas padi secara signifikan dari yang sebelumnya dua ton menjadi empat hingga lima ton per hektare.
"Lonjakan produktivitas hasil panen tersebut didukung oleh kegiatan cetak sawah baru, pembangunan saluran irigasi tersier, serta rehabilitasi jaringan irigasi yang sebelumnya mengalami kerusakan," katanya.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026