Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) bakal meluncurkan program "Cap Jempol Stop Stunting", guna menurunkan angka keluarga beresiko stunting.
"Kami sudah melakukan sosialisasi melalui TV nasional terkait program itu, yang akan diluncurkan pada 27 Oktober mendatang," ucap Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi, di Sangatta, Kamis (9/10).
Ia menjelaskan banyak hal yang akan digali dari program Cap Jempol Stop Stunting. Seperti kolaborasi leadership antara setiap organisasi pemerintah daerah (OPD) yang ada di Kutai Timur, hingga sinergi pembangunan penurunan stunting.
Program tersebut berfokus pada keluarga yang beresiko stunting, sebagai pencegahan dalam menurunkan angka stunting yang masih di angka 20,6 persen pada tahun 2024.
Junaidi menuturkan program Cap Jempol Stop Stunting merupakan program jemput bola yang dilakukan DPPKB Kutim yang dikerjakan secara kolaborasi.
"Hal ini dilakukan secara kolaborasi oleh OPD, organisasi mitra atau dunia usaha yang tergabung sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing," jelasnya.
Lanjutnya, program yang akan diluncurkan pada 27 Oktober 2025 mendatang akan dihadiri secara langsung staf khusus kepresidenan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.
Lanjutnya dengan adanya dukungan dari pihak pemerintah pusat dan Provinsi Kaltim, program tersebut dapat diterapkan pada skala lebih besar, bukan hanya di tingkat kabupaten.
"Semoga program ini menjadi percontohan untuk Kalimantan Timur khususnya dan secara nasional," ujar Junaidi.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025