Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Zain Taufik Nurrohman mengimbau Perusahaan Daerah Air Minum Kota Samarinda meningkatkan kualitas layanan sumber air baku yang akan didistribusikan kepada masyarakat.

Dihubungi di Samarinda, Senin, Zain Taufik menilai profesionalisme kinerja PDAM ini harus diawali dengan pembenahan manajemen sumber daya manusia sebagai perangkat kerja di lapangan.

"Peningkatan kualitas PDAM harus dilakukan dengan membenahi jajaran manajemen dan berlandaskan orientasi melayani masyarakat, bukan untuk meraup keuntungan semata," tuturnya, menanggapi buruknya kualitas air baku PDAM Samarinda yang diterima sebagian pelanggan.

Sejumlah warga yang bermukim di Jalan Jelawat, Kelurahan Sungai Dama, Kota Samarinda, mengeluhkan buruknya kualitas air yang disalurkan PDAM.

"Selain buruknya kualitas air, distribusi juga sering macet, bahkan tidak mengalirnya air tersebut tanpa ada pemberitahuan lebih dulu kepada pelanggan," papar Zain.

Ia menjelaskan bahwa PDAM didirikan dengan orientasi bukan mengejar keuntungan semata, tetapi lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

"Tidak dibenarkan jika suatu perusahaan mengabaikan kualitas pelayanan, apalagi jika sumber air bersih itu sendiri merupakan bagian utama yang dibutuhkan warga setiap hari," tambahnya.

Zain mengatakan bahwa Kota Samarinda tidak memiliki kendala jika bicara soal bahan baku, tidak seperti halnya Kota Bontang yang dalam pelayanan PDAM-nya sangat terbatas, akibat keterbatasan bahan baku yang hanya mengandalkan sumur bor air tanah.

"Diharapkan PDAM tidak dijadikan sebagai sapi perahan. Dalam artian selalu melayani ketika tamu datang kepada pemerintah daerah. Ini akan menjadi beban tersendiri kepada PDAM menyangkut pelayanan," ujar politikus PAN itu.

Ia mengharapkan PDAM Samarinda dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat dengan lebih baik, terutama profesionalitasnya dengan dibarengi kualitas dan pasokan air yang lancar.(*)

Pewarta: Arumanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015