Pemerintah Kabupaten Paser melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapedalitbang) menggelar konsultasi publik guna finalisasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) tahun 2024-2029.

Konsultasi publik tersebut menghadirkan narasumber Akademisi Universitas Mulawarman Prof.DR. Bernatal Saragih dan Qurratu Aini serta Akademisi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Yuli Setiowati.

"Forum itu menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa dokumen RAD-PG yang kita susun responsif terhadap kebutuhan masyarakat," Kata Kepala Bapedda Litbang Paser, Rusdian Nor, di Tanah Grogot, Selasa (15/7). 

Rusdian menjelaskan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) disusun sebagai pedoman operasional bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan program dan kegiatan dalam satu arah yakni mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing melalui perbaikan ketahanan pangan dan gizi.

"Rencana tersebut disusun dengan berbasis pada kondisi riil daerah, dan mengakomodasi masukan dari semua pihak baik dari unsur pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, maupun dunia usaha," ujarnya.

Melalui forum itu, Rusdian berharap dapat membangun komitmen lintas sektor untuk mendukung implementasi RAD-PG secara terencana dan berkelanjutan sehingga tercipta kolaborasi konkret untuk mencegah dan mengatasi permasalahan gizi, seperti stunting, gizi buruk, dan konsumsi tidak sehat yang berdampak pada kualitas SDM di masa depan.

"Semoga forum itu dapat menyempurnakan substansi dokumen RAD-PG agar lebih tajam, terukur, dan realistis dan terbangunnya komitmen lintas sektor untuk mendukung implementasi RAD-PG secara terencana dan berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)
 

Pewarta: R. Wartono

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025