Minat masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap investasi di pasar modal terus meningkat. Hingga April 2025, jumlah investor saham di provinsi ini telah mencapai 123.042 Single Investor Identification (SID). Pertumbuhan ini sejalan dengan rekor nasional, yakni total investor saham Indonesia kini telah melampaui 7 juta SID per 26 Mei 2025, tepatnya 7.001.268 SID.

Kepala Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Bursa Efek Indonesia (BEI), Ferdinan Sihombing, menyebut tren ini sebagai indikasi positif bagi literasi keuangan masyarakat.

“Memang beberapa tahun terakhir jumlah investor di Kalimantan Timur dan Utara mengalami kenaikan. Setiap tahun memang ada kenaikan,” kata Ferdinan, Selasa.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bagi pasar modal Indonesia, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang dipicu oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat sejak awal tahun.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut bahwa meskipun kebijakan tersebut mulai berlaku, minat masyarakat terhadap investasi saham tetap tinggi. "Tercermin dari penambahan lebih dari 38 ribu investor saham selama periode 27 Maret hingga 8 April 2025," jelasnya.

BEI juga mencatat bahwa jumlah investor saham bertambah 619.824 SID sejak akhir 2024, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami perubahan. dari posisi 7.079,905 pada akhir 2024, IHSG turun hingga 5.967,988 pada 9 April 2025, sebelum kembali menguat ke 7.175,819 per 28 Mei 2025.

Untuk mendukung pertumbuhan ini, BEI terus memperkuat infrastruktur informasi dan edukasi pasar modal. Salah satu langkah utama adalah perluasan jaringan Galeri Investasi BEI, yang kini mendekati 1.000 lokasi, serta peran aktif lebih dari 6.000 Duta Pasar Modal dalam memberikan edukasi investasi di berbagai daerah.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah investor ritel harus diimbangi dengan keterlibatan investor institusi. "Kami terus menjalin keterlibatan aktif bersama investor institusi domestik guna mendorong peran mereka dalam aktivitas transaksi pasar," ujarnya.

Dengan basis investor yang semakin kuat, pasar modal Indonesia terus menunjukkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. ***

Pewarta: Novi Abdi

Editor : M.Ghofar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025