Komunitas Mini GP Balikpapan menjadi wadah pembinaan olahraga balap motor anak di Kota Minyak. Komunitas itu konsisten melatih anak-anak usia 6 hingga 12 tahun agar mengenal dunia balap secara aman, teknis, dan terarah. 

“Kami ingin Mini GP Balikpapan jadi tempat lahirnya pembalap-pembalap masa depan dari Balikpapan. Bukan sekadar hobi, tapi benar-benar pembinaan sejak usia dini,” kata pelatih Mini GP Balikpapan Hasan Hanapi, Sabtu (25/5).

Ia menyebutkan komunitas  tersebut baru terbentuk Oktober 2024 lalu, dengan peserta aktif sekitar 10 anak, Mini GP Balikpapan menjadi satu-satunya komunitas di daerah yang secara konsisten menggelar latihan terjadwal dengan motor berkapasitas 50cc, sesuai regulasi kategori balap anak.

Hasan yang juga ayah dari salah satu peserta, menjelaskan latihan mencakup pengenalan sirkuit, teknik pengereman, kontrol kendaraan, serta penanaman nilai sportivitas.

“Kami tidak hanya bicara kecepatan. Anak-anak dilatih tentang keselamatan, etika di lintasan, dan pentingnya kerja sama dengan tim. Itu yang membedakan latihan kami,” ujar Hasan.

Dikemukakannya, anak-anak Mini GP Balikpapan, tidak hanya sekedar berlatih, namun juga dijadwalkan tampil di kategori balap usia dini dan sebagian menjalani debut di kejuaraan resmi, salah satunya adalah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kaltim seri ketiga yang akan digelar di Balikpapan pada 31 Juni 2025 mendatang.

Hasan mengakui melatih anak-anak memiliki tantangan tersendiri mengingat menurut dia anak-anak itu tidak sepenuhnya menguasai instruksi teknis.

"Kita sebagai pelatih harus sabar dan kreatif menjelaskan, sambil menjaga suasana tetap menyenangkan,” katanya.

Lanjutnya, Mini GP Balikpapan juga membuka ruang komunikasi aktif antara orang tua, pelatih, dan anak-anak.

Hasan menuturkan, komunitas mini GP  menekankan bahwa pembinaan usia dini harus dilakukan secara kolaboratif agar menghasilkan hasil jangka panjang.

“Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi Balikpapan bisa punya pembalap nasional dari jalur pembinaan, kita punya potensi, tinggal kemauan dan konsistensi,” ucapnya.

Wery Jorgi, ayah dari Jojo, anak tujuh tahun yang mulai tertarik setelah melihat teman-temannya latihan. Ayahnya, Wery Jorgi, mengatakan seluruh perlengkapan disiapkan demi mendukung minat sang anak.

“Kalau memang dia punya minat, ya kami dukung. Helm, baju balap, motor mini, semua kami siapkan, yang penting anak senang dan belajar positif,” kata Wery saat mendampingi anaknya latihan.

Menurut Wery, Jojo sangat semangat menjalani latihan dan akan dipersiapkan untuk Kejurprov mendatang.

“Ini akan jadi pengalaman pertama Jojo ikut ajang resmi,” katanya.

 

Pewarta: Muhammad Solih Januar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025