Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Kalimantan Timur mengajak segenap organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah sektor terkait di Pemerintah Kota Samarinda untuk ikut ambil bagian dalam kampanye penurunan kasus stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Ismid Kusasih di Samarinda, Rabu, menjelaskan aksi yang dilakukan bersama perangkat daerah telah dikemas dengan akronim AGUS (Aksi Gotong Royong Untuk Stunting).
Melalui AGUS tersebut, lanjut Ismid telah dikupas tuntas sejumlah kegiatan dari masing-masing OPD dalam upaya intervensi stunting sesuai bidang tugas.
“Kita punya tim yang dibentuk sejak tahun 2021 lalu. Tapi kita kebanyakan hanya bertemu forum-forum besar, sehingga tidak banyak yang bisa kita bahas. dengan forum seperti ini, mudah-mudahan nanti bisa lebih efektif, sebagai wadah sharing kita bersama,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, dr Ismid Kusasih
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dr Rudi Agus Riyanto, menerangkan, AGUS merupakan strategi lintas sektor untuk meningkatkan cakupan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil bermasalah gizi.
Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, aksi ini mengintegrasikan upaya penguatan tim intervensi spesifik, pelatihan kader Posyandu, penguatan distribusi, dan kualitas PMT berbasis pangan lokal dan PMT inovatif, serta optimalisasi sistem pelaporan digital.
“Semoga dengan kolaborasi yang baik dari kita semua, bersama kita bisa menurunkan stunting di Kota Samarinda,” harapnya.
Rudy menambahkan terkait peningkatan gizi dilaksanakan dengan menyediakan dan memastikan kecukupan asupan gizi ibu hamil (PMT lokal, tablet tambah darah (vipiron, biskuit ibu hamil). Berikut menyediakan dan memastikan kecukupan asupan gizi bagi balita dengan gangguan gizi (PMT lokal, vipalbumin).
" Kami juga mengoptimalkan program pemberian makanan tambahan bergizi sesuai standar dengan monitoring dan evaluasi kegiatan PMT lokal," jelas Rudy.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025