Samarinda (ANTARA Kaltim) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam tiga bulan terakhir terus melemah, tetapi petani sawit dan perusahaan pengelola perkebunan sawit diminta optimis karena pada Februari diprediksi menguat.

"Saat ini harga TBS dengan umur 10 tahun ke atas memang turun menjadi Rp1.520,77 per kilogram (kg), tetapi jika dilihat dari hasil pelelangan Januari ini, tampaknya harga untuk bulan depan akan menguat," ucap Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Etnawati Usman di Samarinda, Senin.

Etna yang didampingi Kepala Bidang Usaha Mohammad Yusuf melanjutkan, dalam tiga bulan terakhir memang harga TBS terus menurun, misalnya pada November 2014 harga TBS kelapa sawit yang berusia di atas 10 tahun senilai Rp1.533,94 per kg, pada Desember 2014 kembali turun menjadi Rp1.540,98, dan pada Januari 2015 turun lagi menjadi Rp1.520,77 per kg.

Menurut dia, penurunan harga TBS pada Januari ini disebabkan karena melemahnya harga perdagangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia selama Desember 2014 yang agak lesu.

Selain itu, produksi dan ketersediaan bahan baku di pasar lokal terus bertambah, sedangkan tingkat serapan di pasar global tidak sebanding dengan produksi oleh petani.

Dikatkannya, penetapan penurunan harga TBS ini berdasarkan keputusan Tim Penetapan Harga TBS Disbun Kaltim yang dilakukan rapat di Kabupaten Berau, pada 2 Januari 2015.

Tim yang dibentuk oleh Pemprov Kaltim itu telah ditetapkan bahwa harga TBS kelapa sawit untuk periode Januari 2015 mulai dari umur tiga tahun Rp1.333,45, umur empat tahun Rp1.362,22, umur lima tahun Rp1.389,56 per kg.

Kemudian TBS berumur enam tahun Rp1.425,57, umur tujuh tahun Rp1.439,66, umur delapan tahun Rp1.474,72, umur sembilan tahun Rp 1.508,84, dan TBS dengan umur 10 tahun hingga 25 tahun seharga Rp1.520,77 per kg.

Sedangkan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tertimbang, ditetapkan seharga Rp7.371,21 per kg. Harga kernel atau inti sawit tertimbang yang sama seharga Rp3.745,61 per kg.

"Dalam perdagangan, turun atau naiknya harga itu biasa, sehingga kami minta kepada petani agar tidak lemah dalam menggarap lahannya karena selain kelapa sawit merupakan salah satu unggulan ekonomi Kaltim, juga diperkirakan bulan depan harganya akan lebih baik," katanya.    (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015