Jakarta (ANTARA Kaltim) - Pemprov Kaltim akan memberikan dukungan kepada Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Samarinda dan LPP TVRI Kaltim agar dapat memaksimalkan peran penyebarluasan informasi. Bantuan akan ditingkatkan jika siaran RRI dan TVRI dapat dijangkau seluruh masyarakat Kaltim hingga daerah pedalaman, terpencil, dan kawasan perbatasan.

"Penyebarluasan informasi ini sangat penting demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita tidak ingin masyarakat perbatasan lebih banyak menyimak siaran radio dan TV Malaysia dibanding siaran dalam negeri," tegas Awang Faroek usai menerima penghargaan Suara Adhi Prakarsa dari LPP RRI Pusat pada rangkaian peringatan Hari Radio ke-69, di Gedung LPP RRI Pusat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).

Gubernur mangaku prihatin melihat kondisi masyarakat perbatasan Kaltim yang masih terisolasi dari akses teknologi informasi dan komunikasi sehingga tidak dapat menjangkau siaran RRI dan TVRI. Masyarakat setempat hanya dapat menangkap siaran radio dan TV Malaysia.

Itu sebabnya, sejak awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2009-2013, Pemprov Kaltim sudah memberi dukungan besar dan akan terus dilanjutkan pada pelaksanaan RPJMD Kaltim 2013-2018.

Penyebarluasan informasi program dan kebijakan pemerintah penting diketahui masyarakat pedalaman, perbatasan dan kawasan terpencil agar mereka tidak hanya mendapat informasi tentang kemajuan negara tetangga. Pemerataan informasi harus dilakukan karena sejalan dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Terkait penghargaan yang diterimanya, gubernur mengatakan ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan dukungan. "Saya sangat senang karena apa yang kita canangkan benar-benar bisa diwujudkan dan diakui. Apa yang kita lakukan, semua untuk kepentingan bangsa dan negara," sebut Awang.

Sementara itu, Dirut LPP RRI Pusat, Rosari Niken Widyastuti menyebutkan, Gubernur Awang Faroek Ishak menjadi tamu kehormatan sebagai satu-satunya kepala daerah yang diberikan penghargaan.

"Ini penghargaan yang pertama diberikan sebagai wujud apresiasi RRI atas komitmen kuat gubernur memberi perhatian untuk lebih nenunjang peran penyebarluasan informasi di Kaltim," sebut Niken.

Berbagai bantuan yang diberikan diantaranya berupa hibah tanah untuk pembangunan stasiun RRI di kabupaten perbatasan di Kaltim, yakni RRI Malinau, RRI Nunukan, RRI Sendawar di Kabupaten Kutai Barat dan RRI Long Bagun di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Gubernur Awang Faroek juga dianggap sebagai pendegar setia RRI yang tidak jarang terlibat langsung dalam program yang disiarkan. "Ketika ada topik bahasan menarik maupun berkaitan aspirasi masyarakat, beliau tidak segan berpartisipasi menjawab pertanyaan masyarakat melalui program siaran tersebut," beber Niken.

Nampak hadir pada peringatan hari radio tersebut Mantan Menko Polhukam RI, Agum Gumelar, Staf Ahli Menkominfo RRI Bidang Media dan Komunikasi, Henri Subiakto, Mantan Dirut RRI Pusat, Parni Hadi dan Suriansyah Saleh, Kepala Diskominfo Kaltim Abdullah Sani serta perwakilan RRI penerima penghargaan di seluruh Indonesia. (ist/sul)

 

Pewarta:

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014