Samarinda (ANTARA Kaltim) - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami inflasi sebesar 1,23 persen pada Januari 2014 yang ditunjukan dengan perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,95 pada Desember 2013 menjadi 113,33 pada Januari 2014.

"Berdasarkan kenaikan harga tersebut, maka sampai dengan Januari 2014 inflasi "year on year" di Kaltim mencapai 9,50 persen," ucap Aden Gultom, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda, Senin.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan, bahan makanan yang mengalami inflasi 2,20 persen, kelompok makanan jadi 0,65 persen, kelompok sandang 0,70 persen.

Kemudian kelompok kesehatan mengalami inflasi 1,17 persen, kelompok perumahan berinflasi sebesar 1,60 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga berinflasi 1,03 persen, kelompok transpor dan komunikasi berinflasi 0,49 persen

Jika dirinci menurut kota, maka pada Januari 2014 Kota Samarinda mengalami Inflasi sebesar 1,37 persen, Balikpapan mengalami Inflasi 1,32 persen, dan Kota Tarakan berinflasi 0,43 persen.

Ini berarti sampai dengan Januari 2014 inflasi year on year untuk Samarinda mencapai 10,06 persen, Balikpapan 8,86 persen, dan Kota Tarakan sebesar 9,27 persen.

Menurutnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga baik inflasi maupun deflasi di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibanding IHK lama (2007=100).

Perubahan itu mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei oleh BPS tentang Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.   (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014