Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Timur menyebutkan daerah itu telah terbebas dari zona merah COVID-19 setelah Kutai Barat yang menjadi satu-satunya wilayah yang berstatus zona merah kini telah berubah status menuju zona oranye.


Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Senin, mengatakan Kutai Barat mengikuti jejak Kota Balikpapan yang sehari sebelumnya telah beralih ke zona oranye. Saat ini pasien positif yang dirawat di Kutai Barat dan Balikpapan masing-masing berjumlah 47 orang.

“Delapan daerah di Kaltim lainnya di antaranya Samarinda, Mahakam Ulu, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser dan Berau tetap berada di zona kuning, dengan jumlah pasien positif dirawat kurang dari 25 orang,” kata Andi Muhammad Ishak. 

Andi menambahkan dari delapan wilayah tersebut, empat di antaranya yakni Samarinda, Kutai Timur, Mahakam Ulu dan Paser, punya peluang menuju nihil kasus atau zona hijau COVID-19, karena empat wilayah tersebut hanya menyisakan pasien positif kurang dari 10 orang.

Berdasarkan pembaruan data kasus harian Satgas COVID-19 Kaltim per 11 April 2022 menyebutkan telah terjadi penambahan sebanyak 51 orang dinyatakan sembuh, 11 orang terkonfirmasi positif dan tambahan dua orang meninggal dunia.

Andi mengatakan saat ini jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan di wilayah Kaltim tersisa 181 orang.

“Pasien positif dirawat terbanyak berada di Kutai Barat dengan jumlah 47 orang, sedangkan pasien paling sedikit di Samarinda dengan jumlah lima orang,” jelas Andi.

Andi kembali memberikan catatan terkait masih adanya kasus meninggal dunia dalam kondisi perkembangan kasus yang terus mengalami penurunan.

Dia berharap masyarakat tetap waspada dengan potensi penularan virus corona, mengingat bahaya yang ditimbulkan bisa fatal bahkan berakibat meninggal dunia.

“Kami berharap masyarakat tidak melupakan prokes, dan jangan lupa untuk melakukan vaksinasi hingga dosis ketiga,” pesan Andi Muhammad Ishak.

 

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2022