Samarinda (ANTARA Kaltim) - Produksi kedelai di Provinsi Kaltim pada 2012 mengalami penurunan hingga minus 40,26 persen, yakni dari sebanyak 2.281 ton kedelai bijih kering pada 2011 turun menjadi 1.363 ton.

"Data yang kami susun ini masih merupakan angka sementara sehingga masih dimungkinkan adanya revisi. Akan tetapi, biasanya angka sementara dengan angka tetap nanti perbedaannya tidak begitu jauh," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) Johny Anwar di Samarinda, Sabtu.

Menurut dia, produksi kedelai di Kaltim hingga minus 918 ton itu terjadi lantaran menurunnya luas penen lahan kedelai hingga minus 794 hektare, yakni dari seluas 1.835 ha pada tahun 2011 turun menjadi 1.041 ha pada tahun 2012.

Sebaliknya, tingkat produktivitas lahan per hektare justru mengalami peningkatan meski cukup tipis, 0,66 persen, yakni dari 12,43 kuintal per hektare pada 2011 naik menjadi 13,09 kuintal per hektare pada tahun 2012.

Penurunan produksi kedelai pada tahun 2012 yang relatif tinggi terjadi di dua daerah, yakni di Kabupaten Bulungan dan Kutai Timur.

Pola panen kedelai sepanjang 2012 juga mengalami perbedaan dengan pola panen yang terjadi pada tahun 2010 dan 2011, yakni puncak panen 2010 dan 2011 terjadi pada subround Mei-Agustus, sedangkan puncak panen 2012 terjadi pada subround Januari-April.

Apabila dilihat per subround, produktivitas kedelai tertinggi terjadi pada subround Mei-Agustus yang mencapai 13,68 kuintal per hektare, disusul subround Januari-April sebesar 13,27 kuintal per hektare, dan subround September-Desember sebanyak 12,13 kuintal per hektare.

Untuk produksi per subround yang terbanyak pada tahun 2012 terjadi pada subround Januari-April yang mencapai 629 ton bijih kering, kemudian produksi pada subround Mei-Agustus sebanyak 404 ton, dan produksi kedelai pada subround September-Desember turun menjadi 330 ton bijih kering. (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013