PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika mengungkapkan masih tingginya kepercayaan investor terhadap kinerja BUMN tersebut yang solid di tengah pandemi COVID-19 dan terus bertumbuh di masa yang akan datang.


Hal itu dinyatakan Direktur Keuangan Wika A Ade Wahyu terkait keberhasilan perusahaan mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 2,3 kali dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021.

“Melalui dana Obligasi yang diperoleh, perusahaan mampu untuk melakukan debt profiling, dimana pinjaman jangka pendek perusahaan diubah menjadi pinjaman jangka panjang sehingga rasio hutang perusahaan tetap dalam kondisi sehat,” ujar Ade Wahyu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dari penawaran tersebut, Perseroan mampu menghimpun total dana sebesar Rp2,5 triliun yang terdiri dari Obligasi sebesar Rp1,75 Triliun dan sukuk sebesar Rp750 Miliar.

Langkah debt profiling ini juga diambil sejalan dengan karakteristik proyek Wika yang mayoritas merupakan proyek multiyears.

Sejalan dengan itu, dana yang didapat dari Sukuk akan digunakan untuk modal kerja proyek infrastruktur dan gedung yang sesuai dengan prinsip syariah di pasar modal.

“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada investor yang telah percaya terhadap Wika. Kepercayaan ini tentunya datang bersama ekspektasi yang tinggi dan merupakan komitmen kami untuk menjawab ekspektasi tersebut dengan kinerja yang baik,” kata Ade Wahyu.

Sebelumnya tiga dari enam bendungan yang dikerjakan oleh Wika telah diresmikan secara berturut-turut oleh Presiden RI Joko Widodo dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, antara lain Bendungan Kuningan (31 Agustus), Bendungan Bendo (7 September) dan Bendungan Passeloreng (9 September).

Sementara 3 bendungan lainnya, yaitu Bendungan Sukamahi, Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket I, dan Bendungan Cipanas Paket I ditargetkan Perseroan dapat rampung pada akhir 2021 ini.

Direktur Utama Perseroan, Agung Budi Waskito mengatakan bahwa dengan diresmikannya Bendungan Passeloreng, maka hal itu semakin mengukuhkan BUMN konstruksi tersebut sebagai perusahaan terdepan di bidang infrastruktur bendungan di tanah air.

Agung juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada WIKA dalam mengerjakan proyek infrastruktur bendungan. Hingga saat ini, Wika mencatat 40 bendungan portofolionya. Jumlah itu kami yakini akan bertambah seiring dengan program pembangunan bendungan yang masih akan berlanjut

 

Pewarta: Aji Cakti

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021