Samarinda (ANTARA Kaltim) - Anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda, H Jawad Sirajuddin menyatakan, dalam hal pembuatan drainase di Ibu Kota Kaltim itu perlu diperhatikan adanya integrasi antara satu kawasan dengan kawasan lain.

Demikian juga dalam hal pembuatan jalan,  agar persoalan banjir di Samarinda dapat terurai atau diminimalkan. Di sisi lain anggaran untuk penyelesaian masalah banjir di Kota Tepian juga harus diprioritaskan.

"Kondisi riil di lapangan dapat kita lihat sendiri, jalan hasil semenisasi yang tinggi tak diimbangi dengan drainase yang layak. Lihat saja di Jalan Lambung Mangkurat. Banyak masyarakat menjerit, jalan tinggi bukan solusi banjir, malah memperparah banjir di wilayah itu," papar Jawad, sapaan akrabnya, Rabu (6/2).
 
Mengacu pada data BMG, curah hujan yang tinggi dan merata  khususnya Samarinda masih berpotensi terjadi selama seminggu ke depan.

Ini juga yang menyebabkan beberapa kawasan seperti Bengkuring terendam banjir, walaupun tidak terjadi hujan di wilayah tersebut.

"Mengenai daerah Bengkuring, sejarahnya daerah itu memang terdapat titik serapan air. Namun beralih fungsi menjadi permukiman warga beberapa tahun ini,"  kata anggota Komisi III.
 
Dia juga menambahkan langkah cepat dan tepat dari pemerintah mutlak diperlukan melalui SKPD terkait, dan  tentunya disesuaikan dengan kemampuan  anggaran yang tersedia.

"Secepatnya harus ada prioritas anggaran untuk penyelesaian banjir ini. Saya mendukung program Pemkot Samarinda berkenaan hal ini,  asal perencanaannya matang, anggarannya benar-benar efektif dan efisien dalam pemakaiannya," kata Ketua DPD Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kaltim ini.

Masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan rawan banjir juga diminta waspada, terutama adanya pasang seiring awal purnama,  di mana permukaan air Sungai Mahakam diperkirakan naik hingga dua meter. (Humas DPRD Kaltim/adv/dit/met/mir)

Pewarta:

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013