Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur menyatakan wilayah Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Unit XXVI Sub DAS Belayan yang berada dalam kawasan hutan meliputi enam kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan KPHP yang terluas di Indonesia.


Kepala Seksi Perlindungan Konservasi SDA dan Ekosistem dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPHP Sub DAS Belayan, Sarwindo mengatakan berdasarkan SK.718/Menhut-II/2014 tentang penetapan hutan dan perairan Kaltimtara, luas areal KPHP di DAS Belayan kurang lebih 998.199,49 hektar.

"Luas KPHP yang hampir 1 juta hektare, dan saat ini menjadi yang terluas se-Indonesia," kata Sarwindo di Samarinda, Sabtu.

Ia menjelaskan luas lahan tersebut terdiri dari Hutan Lindung sekitar 207.736,35 hektar (20,81 persen). Hutan Produksi ada 264.457,10 hektar (264,49 persen). Hutan Produksi Terbatas sekitar 507.745,40 hektar (50,87 persen) dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi ada 18.145,56 hektar (1,82 persen).

Sarwondo menambahkan penetapan wilayah KPHP Unit XXVI Sub DAS Belayan sebagai KPH oleh Menhut, melalui surat nomor SK.674/Menhut-II/2011 tentang penetapan wilayah Kasatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) di Provinsi Kaltim. Dan Paraturan Bupati nomor 25 Tahun 2013 Tentang kelembagaan KPHP Delta Mahakam dan KPHP Sub DAS Belayan.

"Wilayah KPHP Unit XXVI Sub DAS Belayan berada dalam kawasan Hutan meliputi enam kecamatan di Kabupaten Kukar yaitu Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Kaman, Kenohan, Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang," tandasnya.

KPHP Unit XXVI Sub DAS Belayan, lanjut Sarwindo sangatlah beruntung karena dianugerahi potensi kawasan ekosistem gambut seluas lebih kurang 51.976 hektare, yang masuk dalam SK Kesatuan Hidrologis Gambut SK.Nomor 130/MenLHK/Setjen/PKL.0/2017 tanggal 28 Februari 2017.

"Sayang kalau potensi ini tidak kita kembangkan dan dikelola dengan baik, karena tidak semua wilayah mempunyai kawasan seperti kita," ujar Sarwindo.

Meski demikian, Ia mengakui bahwa mengelola kawasan gambut bukanlah hal yang mudah, banyak terdapat masalah dalam perencanaan pengelolaan dan pengembangannya.

Pewarta: Arumanto

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021