Balikpapan (ANTARA News Kaltim) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Kaltim H Eddy Yusuf Assainar mengatakan akan memperjuangkan perbaikan lingkungan, di antaranya dengan memintah Pemprov Kaltim dan Pemkab membatasi izin usaha pertambangan, terutama batubara.

"Tambang batubara itu kan benar-benar massif dalam merusak lingkungan," kata Eddy Yusuf saat dihubungi Minggu (29/4).

Karena kerusakan lingkungan itu, Kaltim secara signifikan kehilangan jumlah wisatawan mancanegara, dari 20 ribu di tahun 2004, hingga hanya 3.000-an di tahun 2011.

Kami ASITA di Kalimantan Timur kan kebanyakan menjual wisata alam dan petualangan yang bersandar kepada keindahan, keunikan, dan fenomena alam, selain juga adat dan budaya yang khas di pedalaman. Kalau alamnya sudah rusak, apa lagi yang bisa kita jual," sambung Eddy Yusuf.

Eddy sebagai Ketua DPD ASITA (Association of Indonesian Travel Agencies) yang baru akan merekomendasikan hal tersebut kepada pemerintah provinsi dan kabupaten.

ASITA juga akan mempererat kerjasama dengan pengampu kepentingan lain di sektor pariwisata seperti para anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

"Insya Allah semua yang menyangkut pariwisata akan kami perjuangkan, yaitu dengan termasuk menjalin kerjasama dengan semua pihak,"katanya.

Disisi lain, kata Eddy Yusuf, pihaknya juga menyadari sektor pertambangan memberi pendapatan daerah dan lapangan pekerjaan yang luas.

Tapi pemerintah juga harus memperhatikan keberlangsungan ekowisata karena di sektor ini juga masyarakat yang terlibat.

Eddy yang sebelumnya adalah Sekretaris Umum DPD Asita Kaltim dalam kepengurusan Joko Purwanto, ketua DPD ASITA Kaltim periode 2008-2012.

Eddy terpilih sebagai ketua dengan meraih 35 suara dalam pemilihan yang berlangsung dalam dua putaran. Kandidat lainnya, Syafruddin, hanya meraih 17 suara. (*)

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012