Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur mendapat alokasi Rp9 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 untuk menyelamatkan sapi betina produktif atau sedang bunting (hamil).

"Untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari APBN guna menyelamatkan sapi betina produktif, tidak bisa serta merta bantuan datang, namun dimulai dari program dan pengajuan proposal dari kelompok tani ternak," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim H Ibrahim di Samarinda, Rabu.

Menurut dia, setelah pengajuan proposal kelompok tani, kemudian calon petani dan calon lokasi diajukan tim teknis di kabupaten atau kota. Selanjutnya diverifikasi tim pembina tingkat provinsi dan kemudian realisasi fisik dilakukan secara terkontrol.

Dari bansos senilai Rp9 miliar itu, bagi 25 kelompok tani sapi dan kerbau yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota, masing-masing kelompok mendapat jatah Rp200 juta.

Sedangkan untuk penjaringan sapi/kerbau betina produktif, terdapat delapan kelompok tani yang tersebar di delapan kabupaten atau kota. Bansos yang diberikan dalam program ini, masing-masing kelompok tani mendapat Rp500 juta.

Dia juga mengatakan, ada beberapa kegiatan dalam pengembangan peternakan di Provinsi Kaltim antara lain pembibitan dan budidaya yang dilakukan setiap tahun.

Sedangkan kegiatan yang dilakukan sejak 2009 hingga 2011, rata-rata terdapat 5.000 hingga 7.000 ekor bibit telah didatangkan dari luar Kaltim.

Berbagai upaya yang dilakukan Dinas Peternakan Kaltim ini bertujuan untuk menambah populasi ternak dengan harapan mampu mencapai swasembada daging pada 2014.

Untuk mencapai swasembada daging, pihaknya bersedia memenuhi target sebanyak 98.000 ekor sapi dan kerbau. Jumlah ini belum termasuk ternak kambing, ayam dan lainnya.

"Saya yakin target populasi 98.000 ekor sapi dan kerbau dapat terpenuhi karena berdasarkan sensus 2011 saja, Kaltim sudah terdapat 91.000 ekor sapi dan kerbau," ujarnya.

Dengan keberadaan populasi yang sudah mencapai 91.000 ekor itu, maka tinggal menambah 7.000 ekor dalam waktu dua tahun. Angka itu dinilai tidak terlalu berat karena penambahannya akan dilakukan oleh pusat, provinsi dan kabupaten atau kota.

Menurut dia, program nasional Pencapaian Swasembada Daging Sapi/Kerbau (PSDS/K) pada 2014 merupakan hal yang harus didukung. Hal itu berkaitan dengan upaya menyejahterakan rakyat, terutama bagi petani dan peternak sehingga pihaknya berani mencapai kontrak kinerja pemenuhan populasi sapi dan kerbau. (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012