Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur mempercepat pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) guna mendukung upaya mitigasi dan memperkuat kesiapsiagaan di tingkat akar rumput.
"Pembentukan Destana di tingkat akar rumput ini dikebut dengan memastikan dukungan anggaran melalui APBD Desa dan legalitas formal kepengurusan," tegas Kepala BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo di Samarinda, Kamis.
Upaya memperkuat mitigasi desa tersebut kini menjadi salah satu fokus dalam perencanaan strategis penanggulangan bencana untuk tahun 2027.
Selain memprioritaskan penguatan program Destana, pemerintah provinsi juga turut mematangkan dua agenda utama yang meliputi Geladi Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Geladi Siaga Bencana Banjir.
"Pembaruan dokumen kajian risiko bencana di tingkat kabupaten dan kota terus kami dorong agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat," jelas Buyung.
BPBD Kaltim terus memperkuat asistensi teknis bagi delapan wilayah yang telah memenuhi target Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna memastikan kelancaran integrasi data pelaporan.
Baca juga: TNI AU kerahkan helikopter antar logistik ke desa Jamu Konyel Aceh
Di sisi lain, Buyung juga menginstruksikan setiap daerah untuk segera mengonsolidasikan usulan kebutuhan peralatan penunjang bencana.
"Konsolidasi usulan peralatan dari setiap daerah ini harus cepat, agar proses pengajuan kepada BNPB menjadi lebih tepat sasaran," ungkapnya.
Menurut dia, langkah inventarisasi dan pengusulan tersebut dikoordinasikan langsung bersama pihak Kodim setempat guna memastikan penyaluran bantuan di lapangan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
"Mengingat urusan kebencanaan adalah tanggung jawab bersama, pendekatan kolaborasi pentahelix lintas sektor terus digaungkan sebagai fondasi utama perlindungan masyarakat secara berkelanjutan," kata Buyung.
Sebagai bentuk komitmen, pemerintah daerah saat ini sedang menyusun kerangka kerja sama lintas sektor pada Musrenbang. Sinergi tersebut dirancang secara khusus untuk menjamin ketahanan infrastruktur vital agar pasokan energi dan jalur komunikasi tidak terputus saat kondisi darurat.
"Melalui serangkaian langkah ini, wilayah Kalimantan Timur semakin siap, tangguh, dan terkoneksi secara komprehensif dalam menghadapi tantangan bencana," katanya.
Baca juga: Pemkab Kutim percepat mitigasi banjir di tujuh desa
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026