Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Anggota DPRD Kalimantan Timur Siti Qomariah mengaku kaget dengan jumlah penghuni Rumah Tahanan Kelas IIA Kota Samarinda yang telah melebihi kapasitas hampir tiga kali lipat dari daya tampung sebenarnya.

Siti Qomariah yang ditemui wartawan di Samarinda, Rabu, mengungkapkan dari laporan yang diterima, kapasitas Rutan Samarinda hanya 350 orang, tetapi saat ini jumlah narapidana yang menghuni rutan itu mencapai sekitar 980 orang.

"Dalam waktu dekat insya Allah kami akan berkunjung ke rutan itu. Saya juga kaget mendengar kabar bahwa kapasitas rutan sudah jauh melebihi daya tampung. Artinya ada kelebihan penghuni hingga 630 orang,," kata legislator yang akrab disapa Qomay itu.

Menurut Qamay, kondisi rutan yang tidak memenuhi standar kemanusiaan tersebut harus segera dicarikan solusi, diantaranya dengan memindahkan sebagian penghuni ke rutan lain yang kapasitasnya memungkinkan untuk menampung.

Jumlah penghuni yang hampir tiga kali lipat dari kapasitas itu juga tidak seimbang dengan jumlah tenaga penjaga atau sipir di rutan tersebut.

"Pembinaan juga tidak dapat maksimal jika jumlahnya melebihi dari kapasitas yang ada. Apakah jumlah pegawai maupun tenaga pendukung memadai dengan jumlah warga binaan yang harus dididik dengan baik," jelasnya.

Belum lagi pada bulan Ramadhan, di mana kondisi tempat ibadah juga sempit untuk menampung warga Muslim binaan yang akan melaksanakan ibadah Sholat Tarawih.

"Harus disiasati dengan jadwal giliran hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya secara bergantian, atau dengan cara memanfaatkan ruangan lain yang memadai untuk ibadah," imbuhnya.

Qamay berharap apapun kondisinya, kepala Rutan Samarinda harus mencarikan solusi supaya ibadah warga binaan tetap dapat dilaksanakan, meskipun tidak bersama dengan jamaahyang telah diatur jadwalnya oleh pihak rutan.

"Pemerintah harus mencarikan jalan keluar. Saya kira lapas (lembaga pemasyararakat) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Samarinda, jumlahnya sedikit dan bisa membantu menampung sebagian warga binaan di rutan tersebut," tambahnya. (*)

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015