Presiden Prabowo Subianto mengatakan terdapat kedekatan antara dirinya dengan petani mengingat pengalamannya sebagai tentara dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
"Saya merasa dekat dengan para petani karena saya cukup lama menjadi Ketua Umum HKTI," kata Presiden Prabowo Subianto pada kegiatan panen raya jagung serentak dan peresmian pembangunan 10 gedung ketahanan pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Sabtu.
Tidak hanya karena pengalamannya karena pernah menjabat sebagai Ketua Umum HKTI, pengalaman sebagai komandan pasukan tempur juga turut menambahkan rasa kedekatannya dengan para petani.
"Saya dulu komandan pasukan tempur, kita kalau berangkat operasi tempur yang kita cek bukan peluru, tapi kita cek dulu ada beras atau tidak," kata Prabowo.
Kepala Negara menyampaikan bahwa ketersediaan pasokan beras sangat penting bagi prajurit karena dapat membantu perhitungan seberapa lama operasi tempur itu mampu berjalan.
Tidak hanya itu, merujuk pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika tentara mendapat dukungan dari masyarakat biasa yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. Dukungan itu penting karena pada masa tersebut tentara dan polisi masih banyak yang belum mendapatkan upah memadai.
Hal itu kemudian berlanjut pada masa modern ketika masyarakat desa memberikan makanan yang mereka miliki kepada prajurit yang berlatih, termasuk ketika Presiden masih menjadi taruna.
"Itulah sejarah bagaimana saya semakin sadar waktu itu pentingnya para petani para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara," ujar Prabowo Subianto.
Baca juga: BPBD Penajam minta desa petakan sumber air hadapi kemarau
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026