Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan melakukan investasi masif pada ekonomi kelautan atau ekonomi biru seiring dengan meningkatnya kebutuhan protein hewani global.
Menurut keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI diterima di Jakarta, Sabtu, Presiden menilai Indonesia dianugerahi kekayaan laut yang sangat besar dan karena itu perlu dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
"Dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein, karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan," ujar Prabowo ketika meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Gorontalo pada hari ini.
"Kita harus bersyukur, dan kita harus sekarang besar-besaran investasi," imbuhnya.
Menurut Prabowo, investasi pada ekonomi biru harus dimulai dengan memperkuat peran nelayan sebagai ujung tombak sektor perikanan nasional. Salah satunya melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang diharapkan dapat memperluas akses nelayan terhadap sarana dan prasarana perikanan yang layak.
Baca juga: 1.386 desa nelayan target diresmikan pada Desember 2026
Ia mengatakan pemerintah menargetkan 1.386 KNMP dapat beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun ini dan akan terus membangun desa nelayan setiap tahunnya.
"Dan tahun depan, kita akan bangun lagi 1.000 (KNMP). Dan seterusnya, tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000, kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan. Ini pekerjaan besar," ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, Kepala Negara juga mengatakan bahwa pemerintah akan mendistribusikan bantuan 1.582 kapal ikan agar nelayan Indonesia, di mana skema pengelolaannya akan diserahkan melalui koperasi nelayan.
"Nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil," demikian Prabowo Subianto.
Baca juga: Pemerintah pusat siapkan kampung nelayan di Penajam
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026