United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) menyatakan ketertarikan terhadap perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, membuka peluang kerja sama dengan komunitas internasional.
"UNDSS tertarik terhadap perkembangan pembangunan IKN, serta peluang kerja sama ke depan," ujar Security Adviser and Representative of UNDSS to Indonesia and Timor-Leste Allan Mendoza ketika memberikan penjelasan saat berkunjung ke IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Rabu.
UNDSS tertarik dengan berbagai perkembangan yang terjadi di IKN, dan bakal menindaklanjuti survei yang dilakukan komunitas diplomatik (diplomatic community) di ibu kota baru negara Indonesia itu pada tahun lalu.
"Otorita IKN sangat membuka pintu dan diharapkan membuka peluang kolaborasi dengan komunitas internasional," kata Allan Mendoza.
UNDSS merupakan bagian dari Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas mengoordinasikan aspek keselamatan dan keamanan bagi seluruh entitas PBB secara global.
Baca juga: IKN dan Unhas berbagi pembelajaran konsep kota inovatif
Kunjungan menjadi momentum awal membuka ruang dialog antara Otorita IKN dengan PBB sekaligus memperkuat posisi ibu kota baru negara Indonesia sebagai kawasan yang terbuka terhadap kolaborasi global di masa depan.
"Kemajuan pembangunan IKN saat ini memasuki fase penguatan kawasan inti pemerintah," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono kepada perwakilan UNDDS.
Ke depan, kata dia, pembangunan akan difokuskan pada pengembangan kawasan yudikatif dan legislatif sebagai bagian dari tahapan pembangunan jangka panjang.
Basuki mengatakan pembangunan IKN terdiri dari lima tahap dari 2022 hingga 2045, dan saat ini bersiap menyelesaikan segala pembangunan di sektor inti pusat pemerintahan perkantoran, kemudian tahun depan fokus pada pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif yang sudah dimulai.
Baca juga: IKN lestarikan budaya anyam rotan dan ukir kayu Kalimantan
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026