Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Puskesmas Sepaku-1 Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendatangi rumah warga Desa Bukit Raya dan Desa Sukaraja kabupaten setempat untuk memberikan edukasi kesehatan.

"Kolaborasi layanan kesehatan masyarakat penting, khususnya penanganan keluarga berisiko stunting," ujar Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito ketika ditanya mengenai kerja sama layanan kesehatan di Sepaku, Penajam Paser Utara, Rabu.

Otorita IKN langsung mendatangi rumah warga didampingi tenaga kesehatan puskesmas, untuk memastikan kesehatan keluarga, terutama anak-anak, memberikan pelayanan kesehatan berupa penyuluhan dan pemberian makanan tinggi protein.

Kader posyandu juga dilibatkan membantu memantau grafik pertumbuhan anak, karena anak rentan dari berbagai paparan penyebab penyakit meski dijaga gizi dan kesehatan agar dapat tumbuh kembang optimal menjadi anak-anak sehat sebagai generasi andal penerus pembangunan IKN.

Layanan kesehatan dengan mendatangi rumah-rumah warga, kata Suwito, sebagai upaya menumbuhkan generasi yang lebih sehat di IKN.

Penyuluh dari Puskesmas Sepaku-1, Gumilang Wibisono mengatakan pendampingan juga dilakukan langsung bagi keluarga, khususnya memastikan pemenuhan gizi anak, dan peran orang tua dalam mengatur pola makan dan kebiasaan anak sangat penting.

Anak-anak jangan sampai memilih makanan sendiri, apabila orang tua mengikuti kemauan anak bakal mempengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga peran orang tua lebih besar, seperti memastikan anak makan sebelum waktu tidur siang agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas hidup masyarakat sejak dini, pendekatan langsung ini turut melibatkan kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di bawah pembinaan puskesmas setempat.

Kegiatan layanan kesehatan mendatangi rumah warga juga membangun kedekatan dengan warga, sedikitnya 47 penerima manfaat di Desa Sukaraja dan 24 orang di Desa Bumi Harapan menjadi sasaran kegiatan, termasuk satu ibu hamil yang telah memasuki hari perkiraan lahir (HPL).

Menurut salah satu warga, Saidah, mendapatkan pengalaman yang berbeda melalui layanan tersebut, karena mendapat bimbingan terkait kesehatan, serta diberi tambahan protein dan gizi anak.

Baca juga: IKN dan Unhas berbagi pembelajaran konsep kota inovatif



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026