Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mematangkan dua strategi pendekatan guna menghadapi dinamika transisi tenaga kerja menuju ekosistem ekonomi hijau.
"Terkait ancaman pengurangan tenaga kerja akibat kebijakan bauran energi, langkah utama yang dapat dilakukan adalah peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan kerja yang mengarah energi hijau dan pelatihan alih keterampilan," kata Kepala Disnakertrans Kaltim Rozani Erawadi di Samarinda, Jumat.
Rozani menegaskan upaya pelatihan ulang kemampuan kerja itu secara sinergis dengan mengikuti peta jalan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.
Dia memaparkan transformasi tenaga kerja yang sebelumnya bergantung pada sektor pertambangan dapat dilakukan secara bertahap dengan menggeser fokus unit bisnis ke energi baru terbarukan.
Seluruh karyawan yang berada dalam masa transisi sektor usaha tersebut dipastikan menjalani program keterampilan ulang agar tetap produktif di bidang yang baru.
Baca juga: Bappenas arahkan Kaltim jadi pusat industri hijau dan superhub ekonomi
Proses pelatihan ulang bagi para pekerja ini nantinya dapat difasilitasi oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) yang tersebar di Balikpapan dan Bontang.
Meskipun perencanaan sudah matang, Rozani mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada perusahaan di Kaltim yang menjadi proyek percontohan dalam melakukan keterampilan ulang maupun peningkatan keterampilan.
Pemerintah daerah terus berupaya menyiapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta kelengkapan sarana dan prasarana instruktur khusus energi baru terbarukan bersama pemerintah pusat.
Selain persiapan infrastruktur pelatihan, Disnakertrans Kaltim juga telah merampungkan perhitungan terkait proyeksi kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan untuk mengisi sektor energi baru terbarukan.
"Kesiapan sumber daya manusia ini menjadi kunci penting bagi Kalimantan Timur dalam mempertahankan stabilitas ekonomi dan ketenagakerjaan di tengah pergeseran tren energi global," ungkap Rozani.
Baca juga: Bupati Kutim kecewa terhadap kebijakan pasca tambang PT.KPC
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025