Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, diminta rutin melakukan mitigasi bencana untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat.

"Mitigasi bencana perlu dilakukan BPBD secara rutin," ujar Wakil Bupati Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin ketika ditanya mengenai penanganan bencana di Penajam, Kamis.

"Kami minta BPBD mitigasi bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung secara berkala agar tidak menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara juga didorong berinovasi menyediakan wadah informasi bencana agar masyarakat bisa cepat melaporkan setiap kejadian, sehingga personel BPBD bisa melakukan penanganan dengan cepat.

Kesiapsiagaan dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) personel BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dalam menghadapi bencana perlu ditingkatkan melalui latihan rutin.

Kemudian peralatan dan kendaraan operasional juga harus diperhatikan, jelas dia, termasuk sistem informasi dan pelaporan bencana.

"Bencana alam tidak diketahui kapan akan terjadi, karena itu perlu siap siaga," ucapnya.

Di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara terdapat beberapa potensi bencana salah satunya banjir, tanah longsor, angin puting beliung, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BPBD harus meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana alam dan menjadi garda terdepan melindungi masyarakat dari risiko bencana, serta meminimalisasi dampak yang ditimbulkan, demikian Abdul Waris Muin.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025