Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menggenjot pungutan pajak kendaraan untuk menambah pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dengan membentuk tim khusus penagihan pajak kendaraan bermotor.
"Realisasi PKB dan BBNKB masih di bawah 50 persen, dan kami terus genjot agar capai target dan tambah PAD," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penajam Paser Utara Hadi Saputro tentang pungutan pajak di Penajam, Selasa.
Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari Januari 2025 sampai pertengahan Juni 2025 tercatat Rp6,2 miliar atau 30 persen dari target Rp20,4 miliar. Kemudian, realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terhitung Rp10,4 miliar atau 38 persen dari target Rp27,6 miliar.
"Kami turunkan tim khusus penagihan pajak kendaraan bermotor dan mendatangi rumah wajib pajak. Kami antarkan langsung tagihan pajak kendaraan bermotor kepada wajib pajak yang belum tunaikan kewajiban," jelasnya.
Baca juga: Pemprov Kaltim optimalkan penerimaan pajak alat berat
Tim khusus penagih pajak kendaraan bermotor juga menemui sejumlah kendala di lapangan. Ketika mengantarkan surat tagihan pajak, ternyata kendaraan telah berpindah tangan atau sudah dijual dan pembeli tidak langsung mengurus balik nama kendaraan bermotor.
Tim menemukan sejumlah masyarakat menjual motor ke orang lain, tetapi pembeli belum mengurus balik nama kendaraan di Samsat. Karena pembeli berada di kecamatan lain atau di luar daerah, proses penagihan pajak kendaraan menjadi terhambat.
Bapenda Kabupaten Penajam Paser Utara terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan arti penting melaporkan perubahan kepemilikan kendaraan bermotor dan kepatuhan menunaikan kewajiban pajak.
"Upaya itu dilakukan agar masyarakat patuh terhadap kewajiban untuk tingkatkan PAD," ucapnya.
Setelah diberlakukan kebijakan opsen pajak kendaraan bermotor, pemerintah kabupaten mendapatkan pungutan pajak kendaraan 60 persen dan pemerintah provinsi 40 persen, demikian Hadi Saputro.
Baca juga: DJP catat penerimaan pajak Kaltim-Kaltara Rp11,31 triliun
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025