Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 16 Samarinda Kalimantan Timur menjadi contoh dalam mengimplementasikan digitalisasi pembelajaran, menjadikannya contoh efektivitas pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
"Langkah sekolah tersebut dinilai mampu menciptakan proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa, serta diharapkan dapat melahirkan generasi emas Kalimantan Timur," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkom dan Infodik) Kaltim Muchamad Awaludin di Samarinda, Kamis.
Pihaknya berharap sekolah-sekolah di Kalimantan Timur terus berinovasi dan konsisten dalam melakukan pembelajaran berbasis TIK sehingga mampu mewujudkan generasi emas Kaltim.
Kepala SMA Negeri 16 Samarinda Abdul Rozak Fahrudin mengungkapkan bahwa dari sisi infrastruktur, mereka memiliki hingga 30 ruang kelas. Semua kelas dilengkapi dengan Smart TV bantuan dari Dinas Pendidikan provinsi, menggantikan proyektor LCD konvensional. Ruangan kegiatan lain dan 10 rombel kelas 10 juga sudah berpendingin udara (AC).
"Kami bertekad untuk meningkatkan antusiasme belajar para murid dari penyajian kreatif dengan pembelajaran digital olah guru-guru yang kompeten di bidangnya," ucapnya.
Salah seorang guru di SMA Negeri 16 Samarinda Nurul Aini menjelaskan bahwa digitalisasi pembelajaran sangat positif dalam meningkatkan antusiasme siswa.
"Anak-anak sekarang cenderung bosan dengan metode ceramah. Terutama untuk mata pelajaran sejarah, dengan Smart TV, saya bisa langsung menampilkan visualisasi candi atau anatomi tubuh manusia, membuat pembelajaran lebih konkret dan menarik," jelas guru pengampu mata pelajaran Sejarah itu.
Pihak sekolah juga telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) dan menunjuk penanggung jawab di setiap kelas untuk memastikan penggunaan dan pemeliharaan Smart TV berjalan baik.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025