Tana Paser (ANTARA Kaltim) - Tim teknis Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Kabupaten Paser, bersama para fasilitator mengkaji program dan kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot.

Kasubag Kesra Bappeda Paser Abdul Kadir MA, Jumat, mengatakan, kajian program dan kegiatan PNPM itu merupakan lanjutan dari hasil pertemuan masyarakat Desa Rantau Panjang dengan instansi terkait beberapa waktu lalu.

"Pada pertemuan itu, warga Desa Rantau Panjang mengusulkan sembilan proyek kegiatan," ungkap Abdul Kadir.

Beberapa instansi terkait yang hadir dalam pertemuan dengan warga Desa Rantau Panjang antara lain Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Bina Marga Pengiran dan Rata Ruang dan Dinas Pertanian dan Perkebunan serta para pengajar muda dari Indonesia Mengajar

Namun, setelah dilakukan pengkajian dan "cross cek" atau pengecekan oleh tim teknis, hanya tujuh kegiatan yang disetujui dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp1 miliar.

"Dari hasil pengkajian dan pengecekan di lapangan, hanya tujuh kegiatan yang bisa diakomodir dalam APBD 2014," kata Abdul Kadir.

Tujuh kegiatan yang diakomodir tersebut antara lain, proyek semenisasi Gang Bugis, peningkatan jalan (Telford) di dua lokasi, jalan usaha tani, rumah pintar serta lanjutan tambatan perahu dan perikanan.

Pengkajian itu kata Abdul Kadir merupakan tahun kedua bagi PLPBK melakukan kegiatan di Desa Rantau Panjang.

Pada tahun lalu (2013) lanjut dia, sejumlah proyek di desa tersebut telah selesai dan sudah diresmikan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi.

Sementara, Kepala Desa Rantau Panjang Alias, mengatakan, banyak kegiatan yang akan dilaksanakan, namun karena keterbatasan anggaran, pihaknya memanfaatkan alokasi dana CSR perusahaan yang berjumlah Rp100 juta.

"Dana dari CSR digunakan untuk proyek pengadaan tandon, treser, traktor dan buku untuk Sekolah Dasar," ungkap Alias.    (*)

Pewarta: R. Wartono

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014