Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengimbau kepada seluruh prajurit TNI AD untuk selalu waspada terhadap kelompok-kelompok radikal.


"Kita antisipasi pergerakan mereka. Jangan sampai kita lengah, terutama di pos-pos militer, termasuk di beberapa tempat yang perlu kita waspadai," kata Dudung usai Apel Kesiapsiagaan TNI AD Tahun 2022 di Silang Monas, Jakarta, Rabu.

Dengan mengutamakan sikap waspada, lanjutnya, maka prajurit TNI AD siap mengantisipasi hingga menangani kelompok radikal. Dudung mengatakan radikalisme tetap menjadi ancaman bagi stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga perlu diwaspadai.

"Secara umum, situasi keamanan negara memang terlihat kondusif. Namun, kita tidak boleh lengah terhadap kemungkinan terjadinya gangguan stabilitas keamanan," kata mantan panglima Kostrad itu.

Oleh karena itu, Dudung meminta seluruh prajurit TNI AD meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan komponen bangsa lain guna bersama-sama mengantisipasi dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Dari kelompok mana pun kalian harus tahu di mana mereka dan kalian harus siap langkah yang harus kalian lakukan. Adakan latihan intensif untuk mengatasi ancaman yang akan timbul," kata Dudung saat memimpin apel.

Dudung juga berharap seluruh prajurit TNI AD siap mengantisipasi segala macam kemungkinan terburuk.

"Kalau kita siap, maka kita juga akan siap untuk menegakkan NKRI. Jaga morel, jaga kesehatan, jaga kondisi yang prima, karena TNI AD merupakan benteng terakhir yang harus tampil untuk tetap meneguhkan kedaulatan NKRI," tegasnya.

Dia juga meminta kepada seluruh prajurit TNI AD untuk meningkatkan soliditas dengan Polri.

"Karena mereka (Polri) adalah saudara kembar kita. Bantu yang kira-kira menjadi tugas pokok kita untuk membantu polisi dan membantu pemda apabila ada hal-hal yang menjadi kesulitan," ujar Dudung Abdurachman.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dudung imbau prajurit TNI AD waspada kelompok radikal

Pewarta: Syaiful Hakim

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2022