Pegadaian dan Bank Kaltimtara siap untuk menjadikan koperasi yang berkualitas di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).


Kepala Penjualan Pegadaian Samarinda Budiman di Samarinda, Rabu, mengatakan pegadaian turut berperan untuk menjadikan koperasi berkualitas.

"Kita di bawah pengawasan otoritas jasa keuangan juga mempunyai kewajiban untuk melakukan sosialisasi bahwa pegadaian punya produk yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman kelembagaan di koperasi," paparnya.

Dijelaskan Budiman, produk yang dimaksud salah satunya ialah Kreasi Ultra Mikro, produk Pembiayaan berbasis Fidusia.

"Pegadaian mempunyai produk pembiayaan untuk masyarakat pelaku UKM dengan tarif yang tentunya berbeda dengan yang biasa," terangnya.

Ia juga menambahkan, sosialisai tersebut rutin dilakukan setiap minggu dengan mendatangi instansi pemerintahan dan mengedukasi bahwa pegadaian adalah produk yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan transaksi keuangan.

"Biasanya kan pedagang kesulitan mencari modal usaha. Nah ini loh ada dari pegadaian, produknya ini bisa dimanfaatkan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Kredit Ritel dan Program Deny Irfani mewakili Direktur Utama Direksi Bank Kaltimtara berharap koperasi bisa lebih dapat meningkatkan peran sertanya.

"Supaya koperasi di mata bank khususnya Bank Kaltimtara menjadi koperasi yang bank-able sehingga kita dapat masuk ke dalam pembiayaan," tuturnya.

Bank Kaltimtara sendiri dijelaskan Deny, sudah sangat berperan untuk koperasi, terutama dalam program yang bekerja sama dengan pemerintah pusat yaitu LPDB.

"Mudah-mudahan akan tercipta koperasi yang kuat, berdaya saing tinggi, inovatif dan juga kami harapkan dapat menjadi koperasi yang bisa berkontribusi kepada masyarakat di sekitar," ucapnya.

Selain itu Kepala UPTD Pelatihan Koperasi Zainuddin Panani mewakili Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Kaltim mengatakan kondisi koperasi di Kaltim masih belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dari segi kelembagaan.

Hal mendasar yang menjadi penyebab adalah terbatasnya akses koperasi kepada sumber daya produktif, seperti permodalan, teknologi, informasi dan pasar.

"Untuk mengatasi masalah tersebut, Disperindagkop Kaltim selaku dinas teknis berupaya keras dan mengambil langkah kebijakan dengan memberdayakan koperasi," ujar Zainuddin saat menyampaikan sambutan di UPTD Pelatihan Koperasi Samarinda, Rabu (3/11).

Terus dikatakannya, Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus koperasi harus dilakukan melalui diklat yang terarah dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan, baik yang dilaksanakan di provinsi maupun kabupaten dengan mendatangkan tenaga kerja profesional untuk melatih dan membimbing guna meningkatkan pengetahuan pengurus koperasi.

"Diharapkan ke depannya akan tumbuh lembaga koperasi berkualitas yang mampu mengelola potensi sumber daya alam (SDA) sehingga bermanfaat meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat," bebernya.

Pewarta: R'sya R

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021