Survey NTT Communications: 90 persen perusahaan di Asia butuh Managed Services untuk tangkal permasalahan IT

Pewarta : PR Wire

Survey NTT Communications: 90 persen perusahaan di Asia butuh Managed Services untuk tangkal permasalahan IT

Risiko keamanan, kelangkaan tenaga kerja, dan minimnya kemampuan menjadi tantangan terbesar di sektor TI; 49 persen perusahaan berharap dapat beralih ke teknologi cloud hibrida dalam waktu 18 bulan

HONG KONG (Antara/BUSINESS WIRE) -- NTT Communications Corporation (NTT Com), lengan bisnis solusi TIK dan komunikasi internasional NTT Group (TOKYO:9432), mengumumkan hasil survey pasar bertajuk 'Asia Firms Partner to Capitalize on Innovative Services for Future Growth.' Survey ini mengungkapkan, betapa semakin dibutuhkannya layanan dari para operator managed services (MSP) untuk membantu perusahaan-perusahaan di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand mengatasi berbagai permasalahan TI serta mendorong para direktur informasi (CIO) untuk memperluas sumber daya dan proyek teknologi terencana mereka hingga 18 bulan ke depan.

Survey ini digelar untuk meningkatkan pemahaman di pasar managed services yang memiliki pertumbuhan terpesat di dunia - Asia Pasifik, yang diprediksi naik dari 28,03 miliar dolar AS menjadi 64,01 miliar dolar AS[i] pada 2021. Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan pasar Asia Pasifik juga diperkirakan akan mencapai 18 persen, melampaui Amerika Utara dan Eropa yang masing-masing sebesar 7,7 persen dan 7,2 persen.

Risiko keamanan, langkanya tenaga kerja, dan keterbatasan kemampuan dianggap sebagai tantangan terbesar

Sejumlah pimpinan perusahaan menyatakan tiga tantangan terbesar dalam mengelola TI perusahaan: 59 persen menyebut faktor keamanan; 51 persen menyatakan, sulitnya mencari dan mempertahankan tenaga kerja yang tepat; dan 50 persen mengungkapkan keterbatasan kemampuan pengelolaan TI. Keamanan (58 persen) dan infrastruktur cloud (55 persen) menjadi teknologi yang paling banyak dialihdayakan; pengalihandaya kedua hal tersebut masing-masing diprediksi naik 66 persen dan 74 persen hingga 18 bulan ke depan. Saat ini, lebih dari 50 persen perusahaan mengalihdayakan sistem dan manajemen aplikasi (ERP, CRM) dan diperkirakan akan naik sebesar 10 persen selama 18 bulan ke depan.

Saat ini, jumlah perusahaan yang menggunakan teknologi cloud hibrida relatif rendah, hanya sebesar 18 persen, tapi sebagian besar menyatakan akan menggunakannya dalam 18 bulan ke depan. 58 persen perusahaan Singapura - terbanyak - menyatakan siap beralih ke cloud hibrida, diikuti oleh Hong Kong sebesar 33 persen. Separuh perusahaan di Asia mempertimbangkan untuk menggunakan SD-WAN, yang teknologi cloud hibrida, dan Azure Stack dalam 18 bulan ke depan - kenaikan yang signifikan dari tingkat pengimplementasian saat ini yang masing-masing hanya sebesar 18 persen dan 13 persen.

"Meskipun semakin banyak perusahaan yang bermigrasi ke cloud publik untuk menghemat anggaran, sebagian besar perlu untuk menjaga data pengguna kunci di dalam cloud pribadi dengan alasan kepatuhan. Meskipun cloud hibrida merupakan tren yang tidak dapat diubah, membangun dan mengelola lanskap cloud hibrida di dalam perusahaan menjadi semakin kompleks dan menantang," ujar Solutions Director NTT Com Managed Services Dave Scott.

Managed services: kepingan yang hilang dari transformasi berskala besar

"Tujuh dari 10 transformasi berskala besar gagal[ii], itulah alasan kenapa perusahaan-perusahaan menganggap layanan managed services global sebagai langkah strategis untuk meningkatkan peluang keberhasilan mereka - memanfaatkan peluang dan mengatasi hambatan dalam pengintegrasian teknologi, kelangkaan tenaga kerja, keterbatasan kemampuan, dan keunggulan dalam operasional," tambah Scott.

Survei regional ini menemukan bahwa meskipun lebih dari 60 persen perusahaan mengelola lebih dari enam vendor TI, mayoritas responden menyatakan kompleksitas memicu munculnya isu kinerja (56 persen), kesulitan mensinergikan vendor-vendor (54 persen), dan besarnya biaya menggunakan lebih dari satu vendor (53 persen) sebagai permasalahan terbesar di lanskap TI multi vendor.

Untuk menghadapi tren TI yang cepat berubah, Global Management One (GMOne) Managed Services NTT Communications menyediakan managed services komprehensif yang menghadirkan solusi TI yang pintar, handal, dan aman untuk merangsang pertumbuhan bisnis, memangkas anggaran, dan meningkatkan kecepatan transformasi digital. Bila dipadukan dengan sumber daya global dan kapabilitas seperti internet berkecepatan tinggi, jaringan data center global, dan layanan cloud, serta hanya dengan satu kontrak, satu persetujuan tingkat layanan (SLA), dan satu portal manajemen, GMOne dapat menyediakan managed services yang handal dan komprehensif untuk ekosistem TI hibrida korporat.

Untuk hasil survey lengkap, silakan kunjungi Appendix. Buku putih dapat diunduh di www.nttcominsight.com/asiams-survey.

Tentang Managed Services Survey
Mewakili NTT Communications, IDG Connect mensurvey 200 perusahaan berskala menengah hingga besar, pada berbagai industri di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand pada 2018. Lebih dari separuh responden terkait dengan departemen TI, tapi bagian manajemen, akuntansi/keuangan, dan departemen lain juga turut menjadi responden.

Tentang NTT Communications Corporation
 
NTT Communications menyediakan layanan konsultasi, arsitektur, keamanan, dan cloud guna mengoptimalisasikan lanskap teknologi informasi dan komunikasi (TIK) perusahaan. Berbagai penawaran tersebut didukung oleh infrastruktur, global NTT Com, yang meliputi jaringan IP tier-1 global terdepan, jaringan Arcstar Universal One™ VPN yang menjangkau 196 negara/wilayah, dan 140 data center yang tersebar di seluruh dunia. Solusi NTT Communications memanfaatkan sumber daya global anak perusahaan NTT Group termasuk Dimension Data, NTT DOCOMO and NTT DATA.

Untuk informasi selengkapnya, silakan kunjungi www.ntt.com.hk | www.hknet.com | www.facebook.com/nttca | http://www.linkedin.com/company/ntt-com-asia-limited

i "Managed Services Market by Managed Data Center (Hosting, Colocation), Managed Infrastructure (Print Services, Desktop), Managed Networking (Remote Monitoring, MPLS, & VPN), Managed Information, Mobility, Communications, & Security - Global Forecast to 2021", published by MarketsandMarkets.

ii Bucy M., Finlayson A., Greg K., and Moye, C., “The ‘How’ of Transformation”, Michael Bucy, Adrian Finlayson, Greg Kelly, and Chris Moye”, published by McKinsey


Baca versi aslinya di businesswire.com: https://www.businesswire.com/news/home/20180411006493/en/

Kontak

Untuk informasi lebih lanjut
NTT Com Asia Ltd
Priscilla Kwok, +852 3793 0937
priscilla.kwok@ntt.com.hk
atau
Ogilvy Public Relations
Priscilla Tong / Terence Nip, +852 2884 8529 / +852 2884 8517
priscilla.tong@ogilvy.com / terence.nip@ogilvy.com

Sumber: NTT Communications Corporation

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan hanya sebagai alat bantu, dan harus dengan penunjukan ke bahasa asli teksnya, yang adalah satu-satunya versi yang dimaksudkan untuk mempunyai kekuatan hukum.
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2017