PLTS Komunal berpeluang masuk jaringan PLN

Pewarta : Andri Setyawan

PLTS Komunal berpeluang masuk jaringan PLN

Wamen ESD Arcandra Tahar (tengah) didampingi Dirjen EBTKE Rida Mulyana (kedua dari kiri) meninjau PLTS off-grid komunal di Kabupaten Belitung Timur

Belitung Timur (Antara News) -- Jaringan PT PLN (Persero) mulai menjangkau daerah yang sebelumnya tidak teraliri listrik sama sekali atau yang mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kondisi ini membuka peluang kerjasama sebagai upaya mendayagunakan PLTS yang telah terbangun dengan menyambung ke jaringan on-grid milik PLN. 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar saat melakukan kunjungan kerja ke PLTS off-grid komunal di Dusun Tungkup, Desa Nyuruk, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (15/12). Kunjungan kerja ini untuk melihat potensi interkoneksi Energi Baru Terbarukan (EBT) ke jaringan PLN. 

Interkoneksi PLTS Tungkup ke jaringan PLN juga dapat dijadikan contoh replika untuk proyek PLTS off-grid lainnya pada saat jaringan PLN mulai masuk. Kapasitas PLTS yang relatif kecil dianggap tidak akan memberi dampak yang signifikan atau gangguan pada sistem jaringan PLN.

Arcandra berpesan bahwa aset yang dibangun dari APBN juga perlu dirawat dan dijaga agar kemanfaatannya terus dirasakan oleh masyarakat. PLTS Tungkup berkapasitas 15 kW saat ini dimanfaatkan oleh 20 warga. "Kalau bisa dimanfaatkan lebih, dikerjasamakan dengan PLN, mumpung PLN ada di sini.  Nanti dicarikan pola kerjasama seperti apa. Sehingga aset ini bisa dimanfaatkan paling tidak 90 persen," katanya.

Sejak 2011 hingga akhir tahun 2016, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM telah membangun lebih dari 600 PLTS dan PLTMH komunal dengan total kapasitas 25 MW. Saat ini PLN terus berekspansi untuk memberikan akses listrik ke berbagai desa di Indonesia, sehingga interkoneksi PLTS off-grid menjadi penting untuk keberlanjutan pemanfaatan PLTS yang dibangun dari dana APBN bagi kesejahteraan masyarakat.

Interkoneksi listrik dari EBT ke jaringan PLN juga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target energi terbarukan sebesar 23 persen dalam bauran energi nasional pada tahun 2025. Selain itu, juga membantu Indonesia mencapai komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030.

Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2017