RSKO diharapkan edukasi bahaya narkoba ke seluruh lapisan masyarakat

RSKO diharapkan edukasi bahaya narkoba ke seluruh lapisan masyarakat

Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. (ANTARA News/ Zubi Mahrofi)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Ramly Muhammad mengharapkan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta untuk lebih mengambil peran dalam memberikan edukasi terkait bahaya narkoba kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Sebagai salah satu 'one stop service' di bidang narkoba, RSKO Jakarta harus lebih giat berperan dalam menyelamatkan generasi bangsa, mulai dari Rukun Tetangga (RT) hingga ke kalangan profesional," ujar Ramly Muhammad ketika dihubungi Antara di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Bensu: Kasus Nunung jadi pelajaran berharga jauhi narkoba

Beberapa hari terakhir ini, lanjut dia, banyak dari kalangan artis yang terjerat narkoba, itu sangat berbahaya bagi masyarakat, terutama generasi muda karena dikhawatirkan mengikuti jejak dari kalangan itu.

"Keburukan-keburukan penggunaan narkoba harus disebarluaskan agar masyarakat menjadi takut. Selama ini, kegiatan edukasi mengenai bahaya narkoba relatif kurang masif," ucapnya.

Baca juga: Psikolog: hindari narkoba dengan pola hidup sehat

Ramly mengatakan terdapat puluhan jenis narkoba yang masyarakat belum ketahui secara baik dampak negatifnya.

"Narkoba sangat berbahaya, mulai dari kerusakan paru-paru hingga menyebabkan kematian," ujarnya.

Menurut dia, hubungan masyarakat (Humas) RSKO yang merupakan garda terdepan dalam komunikasi kepada khalayak luas termasuk dengan media juga harus ditingkatkan pemberian edukasinya.

"Di masa sekarang, humas bukan sekadar pemanis atau pelengkap saja. Humas harus menjadi motor komunikasi dan bagian strategis perusahaan apapun industrinya, termasuk rumah sakit," katanya.

Ia menambahkan edukasi mengenai bahaya narkoba, bisa dilakukan secara konvensional seperti melalui kegiatan seminar, maupun edukasi secara digital baik melalui media sosial maupun kepada pers.

"Di era digital saat ini, Humas rumah sakit harus menyadari kekuatan media digital," ucapnya.

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019