Pemkab Gorontalo kemas tradisi Tumbilotohe lebih menarik

Pemkab Gorontalo kemas tradisi Tumbilotohe lebih menarik

Seorang warga Gorontalo menyalakan lampu tradisional untuk merayakan tradisi tumbilotohe atau malam pasang lampu di penghujung bulan ramadhan. (Debby Mano)

Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengemas pelaksanaan tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu di daerah setempat menjadi semakin unik dan menarik.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo di Gorontalo, Senin mengatakan mulai dari penyajian lampu minyak akan dibuat berbeda dengan tempat lain di daerah itu.

"Tradisi yang dituangkan dalam Festival Tumbilotohe ini juga dirangkaikan dengan lomba Bunggo atau meriam bambu, dan dihadiri oleh banyak masyarakat pada pelaksanaannya di Desa Konservasi Budaya Talumelito beberapa waktu lalu," ujarnya.

Ia menjelaskan jika kedepan, lampu- lampu tidak hanya dinyalakan di pinggir jalan atau depan rumah masyarakat, melainkan akan terpasang di bukit paling atas sehingga dia dari kejauhan sudah kelihatan.

"Talumelito adalah desa konservasi budaya yang memiliki bukit, dan jika lampu dinyalakan diatasnya maka akan terlihat dari kejauhan agr lebih unik dan beda dari tempat lain," ucapnya.

Ia menambahkan, karena pelaksanaan di lokasi desa konservasi budaya maka penampilan lampu –lampu yang disajikan lebih tradisonal dengan lebih menonjolkan kearifan lokal.

"Saya ingin ketika memasuki desa ini sudah terlihat ornamen-ornamen budayanya. Berupa tanaman budaya dan lain-lain termasuk kegiatan syiar Islam dan adat," kata dia, lagi.
Pewarta : Adiwinata Solihin
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019