Peti kemas jatuh di jalan kembali terjadi

Peti kemas jatuh di jalan kembali terjadi

Kontainer peti kemas jatuh dari mobil tronton/trailer menimpa mobil pribadi akibatkan kemacetan parah akses Jalan R.Sukamto-Basuki Rahmad. (ANTARA Sumsel/17/Yudi Abdullah)

Palembang (ANTARA) - Peti kemas jatuh dari truk tronton/trailer kembali terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan mengakibatkan satu kendaraan pribadi ringsek tanpa korban jiwa dan kemacetan parah beberapa ruas jalan protokol.

Arus lalu lintas poros Jalan Demang Lebar Daun Palembang akses menuju Griya Agung atau Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan mengalami macet parah lebih dari dua kilometer, sejak Sabtu sore hingga malam hari akibat kontainer/peti kemas terguling di tengah jalan jatuh dari mobil tronton.

Pantauan Antara di lokasi, sebuah peti kemas dengan posisi menimpa satu unit mobil minibus pribadi Kijang Inova menutupi dua ruas jalan dekat pertigaan akses jalan menuju Griya Agung, rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel, dan kawasan permukiman penduduk Wayhitam Palembang.

Kemacetan itu terjadi karena truk tronton/trailer tersebut mengalami kerusakan/mati mesin saat melalui jalan yang sedikit menanjak tiba-tiba jalan mundur menabrak sebuah mobil kijang inova dan peti kemas muatannya terjatuh di tengah jalan.

Untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat mengakibatkan arus lalu lintas berhenti total, anggota polisi lalu lintas dari Polresta Palembang diturunkan di beberapa titik sepanjang Jalan Demang Lebar Daun dan jalan sekitarnya seperti Jalan Angkatan 45 hingga simpang empat "fly over" Polda untuk mengatur lajunya kendaraan dan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.

Petugas Satlantas Polresta Palembang Aiptu Elvan menjelaskan bahwa mobil trailer sudah diamankan sedangkan peti kemasnya tengah diupayakan dievakuasi menunggu alat berat.

Peti kemas yang terguling di Jalan Demang Lebar Daun itu tidak bisa langsung dievakuasi dengan mobil derek biasa karena muatan terlalu berat.

"Peti kemas atau kontainer yang terguling penyebab kemacetan itu tidak bisa dievakuasi dengan mobil derek biasa karena harus menggunakan alat berat/crane,"ujar.

Sementara menurut Riki Gunawan salah seorang warga,  kecelakaan mobil pembawa kontainer sudah sering terjadi namun tidak menjadi pelajaran sopir tronton dan pemilik usaha jasa angkutan barang dari kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Boom Baru Palembang itu.

"Seingat saya pada 10 Oktober dan
17 Oktober 2017 terjadi kecelakaan jatuhnya peti kemas dari truk tronton/trailer," ujarnya.

Kejadian kecelakaan pada 10 Oktober 2017 tidak jauh dari kejadian sekarang ini yakni di Jalan Demang Lebar Daun, samping Rumah Sakit Bunda Palembang.

Kemudian pada 17 Oktober terjadi di Jalan Basuki Rahmad - R Sukamto menuju mal Palembang Trade Center.

Melihat seringnya kecelakaan truk tronton pembawa peti kemas di sejumlah ruas jalan protokol Palembang tersebut yang merupakan jalur angkutan barang dari pelabuhan Boom Baru ke luar kota berbagai daerah Sumsel dan Lampung, pihak terkait dan Polantas untuk melakukan tindakan pembinaan kepada sopir dan pengusaha angkutan peti kemas serta memberikan sanksi hukum secara tegas, harapnya.
Baca juga: Jalan menuju Palembang Trade Center macet karena peti kemas jatuh
 
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019