Pemkot Palu shalat Ied bersama korban likuifaksi Petobo

Pemkot Palu shalat Ied bersama korban likuifaksi Petobo

Wali Kota Palu Hidayat (tengah) memimpin rapat persiapan pelaksanaan salat Idul Fitri oleh Pemkot Palu di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Jumat (17/5). (Humas Pemkot Palu/Imron Nur Huda)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Kalimantan Tengah memutuskan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1440 Hijriyah akan dipusatkan di Lapangan Bola Mini Kelurahan Petobo bersama pengungsi korban gempa dan likuifaksi.

"Shalat Ied (Idul Fitri) tahun ini yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palu dipusatkan di Lapangan Sepak Bola mini kelurahan Petobo. Sementara pelaksanaan salat Ied di Lapangan Vatulemo yang pada tahun-tahun sebelumnya dipusatkan di sana juga tetap diselenggarakan," kata Wali Kota Palu Hidayat saat memimpin rapat persiapan salat Idul Fitri 1440 Hijriyah ruang rapat Bantaya Kantor Wali kota Palu, Jumat.

Ia mengatakan dipilihnya lokasi tersebut sebagai tempat pelaksanaan Shalat Ied tahun ini oleh Pemkot Palu sebagai wujud silaturahim antara Pemkot Palu dengan warga yang merupakan korban gempa dan Likuifaksi pada 28 September 2018 lalu.

"Kita ingin merayakan hari Raya Idul Fitri tahun ini bersama-sama dengan masyarakat kita yang terdampak likuifaksi cukup parah di Kelurahan Petobo," katanya pada rapat yang dihadiri Kepala Kemenag Kota Palu Ma'sum Rumi, perwakilan MUI Palu, Kodim 1306/Donggala dan organisasi remaja Islam masjid.

Dalam rapat tersebut juga disepakati lokasi pelaksanaan shalat Idul Adha nanti dipusatkan di Lapangan Gawalise bersama korban gempa dan likuifaksi di Kelurahan Duyu dan Balaroa.

Di sekitar Lapangan Gawalise hingga saat ini telah dibangun hunian sementara (huntara) dan telah dihuni oleh korban gempa dan likuifaksi di Keluragan Duyu dan Balaroa yang kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, malam  Idul Fitri nanti Pemkot Palu tidak akan menggelar pawai takbir konvoi di jalan seperti yang selalu dilaksanakan setiap tahun namun memusatkan kegiatan tersebut di Lapangan Vatulemo dan di seluruh masjid di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

"Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kemacetan di jalan-jalan poros dari dan menuju Kota Palu mengingat Jembatan IV atau Jembatan Kuning telah roboh akibat goncangan gempa dan terjangan tsunami 2018 lalu sehingga akses jalan yang dilewati pengendara berkurang," katanya.
Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019