Siswono dukung pemindahan ibu kota

Siswono dukung pemindahan ibu kota

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Dr (HC) Ir Siswono Yudo Husodo. (Megapolitan.antaranews.com/Foto: Feru Lantara)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Dr (HC) Ir Siswono Yudo Husodo menyatakan dukungan rencana pemindahan ibu kota Jakarta ke wilayah lainnya di Indonesia.

"Gagasan memindahkan ibu kota kedaerah yang lebih cocok untuk pusat pemerintahan itu merupakan pilihan yang tepat," kata Siswono di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Malaysia juga sudah memindahkan ibu kotanya dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya. Brazil sudah memindah ibu kotanya. Australia pusat pemerintahannya di Canberra dan pusat bisnisnya di Melbourn dan Sydney. Begitu juga di Amerika Serikat dimana pusat pemerintahan di Washington DC dan pusat bisnisnya di News York.

"Wacana untuk memindah ibukota adalah sudah sejak Bung Karno. Banyak negara didunia ini memindah ibukota agar terpisahkan pusat pemerintahan dengan pusat bisnis dan ekonominya," ujarnya.

Di Indonesia katanya Jakarta sebagai pusat pemerintahan juga sebagai pusat bisnis, pusat keuangan dan pusat industrinya juga paling besar se-Jabodetabek akibat eksesnya kepada para pejabat yang interaksinya dengan dunia bisnis bisa menjadi kacau.

"Pusat pemerintah diperlukan suasana yang tenang," katanya.

Ketika ditanya apakah pemindahan ibu kota ini prioritas yang penting, Siswono mengatakan penting atau tidak penting tinggal kita bagaimana melihatnya kalau pengembangan dari suatu wialayah sekaligus bisa juga penting karena setiap negara dimana ibukotanya berada lingkungannya selalu berkembang pesat.

Mantan cwapres pipres 2004 ini menilai Sumatera sudah cukup maju, jika ibukota dipindah ke Kalimantan maka lingkungan disekitarnya tentunya akan berkembang. Jadi jangan dilihat hanya sebagai pindahnya ibukota tapi akan mempunyai multiplyer efek luas kebawahnya untuk pembangunan wilayah secara keseluruhan.

Ia mencontohkan sama kita lihat pembangunan kabupaten baru di Papua, begitu jadi pusat pemerintahan baru maka akan lebih hidup dan berkembang. Begitu juga dengan Banten yang tadinya bagian dari Jabar begitu jad propinsi Banten ibukota Serang berkembang.

Jadi katanya sama juga jika ibukota dipindah harus dilihat dari aspek yang lebih luas. Saya mendukung perpindahan ibu kota ini. Pertama memisahkan pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Kedua dalam rangaka pengembangan wialyah-wilayah untuk mempercepat pembangunan.

Siswono menilai Jakarta ini tidak perlu dipercepat pembangunanya karena akan cepat dengan sendirinya.

Ketika ditanya daerah mana yang cocok untuk menjadi ibukota baru Siswono menilai kalau Sumatera merupakan pulau besar yang paling maju dibandingkan Kalimantan atau Papua, Sulawesi daerah patahan yang sering terjadi gempa bumi.

"Saya cenederung memilih Kalimantan Tengah bukan di Kalimantan Barat karena sebagai ibukota perlu pengamanan jika terjadi suatu gejolak dunia, jadi tidak bisa terlalu pinggir harus ditengah," ujarnya.

Baca juga: Luhut tegaskan pemerintah serius pindahkan ibu kota

Baca juga: Kalimantan layak jadi ibu kota negara
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019