810 ribu benih nila merah ditebar di Bendung Karet Tirtonadi

810 ribu benih nila merah ditebar di Bendung Karet Tirtonadi

Penebaran benih ikan di Bendung Karet Tirtonadi Solo (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta memaksimalkan potensi wisata Bendung Karet Tirtonadi dengan menebar sebanyak 810.000 benih ikan nilai merah di lokasi tersebut.

"Tebar benih ini dilakukan agar masyarakat bisa memancing di Bendung Karet Tirtonadi, apalagi nantinya lokasi ini dapat menjadi tujuan wisata baru bagi masyarakat Solo," kata Wali kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di sela kegiatan tebar benih ikan di Solo, Kamis.

Mengenai Bendung Karet Tirtonadi, dikatakannya, menjadi salah satu capaian istimewa bagi masyarakat Kota Solo. Apalagi bendungan tersebut merupakan impian awal Presiden Joko Widodo dan FX Hadi Rudyatmo yang saat itu masih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta di periode pertama.

"Memang ini impian kami, pada saat itu Pak Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta dan akhirnya sekarang objek wisata baru ini bisa dinikmati masyarakat," katanya.

Ia mengatakan konsep objek wisata tersebut memang untuk masyarakat seluruh golongan. Bahkan siapapun yang memancing ikan di Bendung Karet Tirtonadi tidak akan dikenai biaya sepeserpun.

Sementara itu, meski sudah terlihat indah, dikatakannya, ada pekerjaan yang menjadi bagian dari Bendung Karet Tirtonadi hingga saat ini belum selesai dikerjakan, yaitu penataan sanitasi dan kebersihan sungai dari sampah.

"Oleh karena itu, kami imbau para pengunjung tidak membuang sampah sembarangan, makanya petugas Linmas akan berjaga di sini," katanya.

Sebagaimana diketahui, Bendung Karet Tirtonadi merupakan program pemberantasan banjir di Kota Solo. Untuk pembangunannya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan menelan anggaran sebesar Rp199 miliar.

"Kalau untuk pengelolaannya diserahkan kepada Pemkot Surakarta dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS)," katanya.

 
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019