GO-JEK berupaya tekan biaya operasional pengemudi

GO-JEK berupaya tekan biaya operasional pengemudi

VP Corporate Affairs GO-JEK Michael Say (kiri) dan VP Drivers Community GO-JEK Jaka Wiradisuria (kanan) mengadakan sesi jumpa pers di Kantor GO-JEK Pasaraya, Jakarta, Jumat (23/11), bertajuk "Dukungan untuk Mitra Peroleh Pendapatan Berkelanjutan". (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan penyedia layanan berbasis aplikasi GO-JEK mengatakan pihaknya berupaya menekan biaya operasional mitra pengemudi demi menjaga besaran pendapatan di tengah penyesuaian tarif.

Pengurangan biaya operasional dilakukan melalui program GO-JEK Swadaya, salah satunya bertujuan meringankan beban pengeluaran mitra.

“Ada tiga pilar dari insiatif GO-JEK Swadaya, sederhananya, ringankan, lindungi, dan rencanakan,” sebut Wakil Presiden (VP) Komunitas Pengemudi GO-JEK Jaka Wiradisuria usai jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Dalam pilar “ringankan”, pihak GO-JEK menyediakan paket pulsa dan internet dengan potongan hingga 50 persen dari harga normal.

“Kami bekerja sama pertama dengan Telkomsel, kemudian dengan Indosat dan XL. Keringanan yang diberikan potongan hingga 50 persen,” sebut Jaka.

Pemotongan itu, menurut Jaka, penting, karena keseluruhan operasional pengemudi bergantung pada paket internet dan pulsa.

Keringanan lain, Jaka menambah, GO-JEK menyediakan fitur “chatting” yang memungkinkan pengemudi dan konsumen berkomunikasi tanpa mengurangi pulsa.

Di samping, potongan biaya telekomunikasi, Jaka menyebut, GO-JEK juga bekerja sama dengan penyedia jasa servis “Shop&Drive” untuk memberi potongan 50 persen untuk biaya penggantian oli kendaraan roda dua dan roda empat.

Tidak hanya itu, Jaka menyebut, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Shop&Drive untuk memberi harga ban baru yang lebih murah ke para mitra.

“Untuk bensin, sudah kami pikirkan, sedang masuk tahap pengggodokan (untuk kerja samanya),” terang Jaka.

Dengan begitu, walau ada penyesuaian tarif akibat dinamika permintaan dan penawaran dalam pasar, Jaka menyatakan, pihaknya berusaha agar besaran pendapatan yang diterima mitra tidak banyak terdampak. 

Per November 2018, setidaknya lebih dari satu juta pengemudi roda dua dan roda empat bermitra dengan GO-JEK.

Baca juga: GO-JEK jelaskan struktur bonus pengemudi
Baca juga: GO-JEK: Mitra pengemudi merupakan pelaku UMKM
Baca juga: GO-JEK akan kaji ulang sistem "suspend" pengemudi


(T. KR-GNT/
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018