Polisi ungkap hasil penyelidikan sementara kecelakaan maut di Brebes

Polisi ungkap hasil penyelidikan sementara kecelakaan maut di Brebes

Warga memperhatikan rumah dan mobil yang tertabrak truk di jalur tengah Tegal-Purwokerto, Desa Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/5/2018). Truk pengangkut gula yang remnya diduga blong menabrak enam rumah, satu kios buah, 19 sepeda motor, dua mobil sehingga mengakibatkan 11 orang meninggal dan sejumlah warga luka-luka. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Brebes (ANTARA News) - Aparat Kepolisian Resor Brebes bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah pada Senin melakukan analisis atau olah tempat kejadian perkara kecelakaan truk tronton yang menewaskan sedikitnya 11 orang, dan sementara menyimpulkan kecelakaan terjadi karena rem truk pengangkut gula itu tidak berfungsi.

"Adapun hasil penyelidikan sementara, kasus kecelakaan yang menewaskan 11 korban dan (menyebabkan) 10 luka-luka itu akibat alat rem truk pengangkut gula itu tidak berfungsi," kata Kepala Polres Brebes AKBP Sugiarto mengenai hasil olah tempat kejadian perkara yang berlangsung pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Ia mengatakan sopir truk tronton bernama Pratomo Diyanto (47), warga Cilacap yang sebelumnya dikabarkan tidak diketahui ke mana perginya setelah kejadiaan kecelakaan, kini sedang dirujuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes.

"Sopir truk selamat pada kasus kecelakaan itu dan hanya mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Saat ini, kami belum dapat mendapat keterangan dari sopir truk karena masih menjalani perawatan medis," katanya.

Didampingi Kepala Unit Kecelakaan Polres Batang Inspektur Satu Budi Supartoyo, Sugiarto menjelaskan kecelakaan yang terjadi Minggu (20/5) sore itu bermula ketika truk tronton bernomor polisi H 1996 CZ melaju dari arah selatan (Purwokerto) menuju ke utara (Brebes) dengan kecepatan tinggi.

"Akan tetapi, saat truk melaju di jalur Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu, mendadak mengalami rem blong sehingga menabrak sejumlah kendaraan dan rumah penduduk yang saat itu banyak orang," katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa jenazah sebelas korban kecelakaan itu sudah diambil oleh keluarga untuk dimakamkan, sementara korban luka kini masih mendapat perawatan medis di rumah sakit setempat dan ada yang dirujuk ke Rumah sakit Orthopedi Banyumas dan Rumah sakit Umum Margono Purwokerto.

"Setelah dilakukan visum dan identifikasi, para korban tewas sudah diambil keluarganya," katanya.

Baca juga: Polisi evakuasi 11 korban meninggal akibat kecelakaan
 
Pewarta : Kutnadi
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018