Presiden ingatkan persatuan saat Dzikir Kebangsaan

Presiden ingatkan persatuan saat Dzikir Kebangsaan

Preside Joko Widodo (Foto: Joko Susilo)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di sejumlah wilayah yang akan melangsungkan pemilihan kepala daerah.

"Jangan sampai di dalam Pilkada yang ada ini, terutama di media sosial, adalah saling mencela, saling mencemooh, saling menjelekkan, saling fitnah, saling menebar kabar-kabar yang tidak benar, kabar bohong dan yang itu sangat dilarang oleh agama kita," kata Presiden dalam sambutannya saat Dzikir Kebangsaan dan Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional I Majelis Dzikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Rabu.

Menurut Jokowi, pertikaian di negara berkonflik hanya menghasilkan kesengsaraan bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak.

Presiden juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah.

Kepala Negara mengatakan kerukunan persaudaraan dapat membangun perekonomian, kesejahteraan, serta memakmurkan rakyat.

"Inilah tugas kita semua baik ulama, umara, kita semuanya untuk menjaga agar negara kita tetap sejuk, aman, damai, tidak ada konflik-konflik sekecil apapun sehingga pembangunan kesejahteraan dan kemakmuran negara kita ini terus bisa kita tingkatkan," kata Presiden.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam acara itu bersama dengan sejumlah tokoh agama Islam dan para kyai antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang.

Tema Rakernas yang diselenggarakan pada 21-23 Februari 2018 tersebut yaitu "Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan Menuju Orde Nasional".

Usai acara itu, Presiden menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk melakukan penerbangan ke Kota Bandung, Jawa Barat dalam rangka kunjungan kerja.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018