Warga Ngantang bantu pencarian harta benda korban letusan Semeru

Warga Ngantang bantu pencarian harta benda korban letusan Semeru

Komunitas Guyub Rukun Dusun Ramban, Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang tengah membantu pencarian harta benda milik warga Dusun Sumbersari, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang untuk mencari harta benda yang tertimbun material vulkanik, Kamis (9/12/2021). (ANTARA/Vicki Febrianto)

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Komunitas Guyub Rukun Dusun Ramban, Desa Banturejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur membantu korban letusan Gunung Semeru di kawasan Umbulan, Dusun Sumbersari untuk mencari harta benda yang tertimbun material vulkanik.

Kepala Dusun Ramban Edi Sunarto, di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Kamis mengatakan bahwa warga Dusun Ramban, Kecamatan Ngantang selalu membantu penanganan bencana yang terjadi di wilayah Jawa Timur.

Baca juga: BNPB laporkan 39 orang meninggal akibat bencana Gunung Semeru

“Kami membantu di sini, tidak hanya menyaksikan kemudian berfoto-foto. Kami bekerja membantu warga di sini, yang sedang mencari harta benda mereka,” kata Edi.

Edi menjelaskan latar belakang warga Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang untuk membantu penanganan bencana muncul saat terjadi letusan Gunung Kelud pada 2014. Saat itu, masyarakat dari berbagai elemen membantu penanganan bencana di wilayah Ngantang.

Menurutnya, saat itu warga Ngantang merasa berhutang budi karena telah dibantu pada masa sulit akibat bencana. Sejak saat itu, warga Ngantang selalu memberikan bantuan kepada wilayah terdampak bencana, untuk meringankan beban warga terdampak bencana.

“Kami pernah merasakan bencana, saat itu kami dibantu. Saya dan teman-teman ingin membalas budi, jadi pada saat terjadi bencana, dimana pun, kami akan membantu,” ujarnya.

Komunitas Guyub Rukun Dusun Ramban dalam membantu penanganan dampak letusan Gunung Semeru telah menerjunkan kurang lebih 70 orang. Warga Ngantang tersebut harus menempuh perjalanan selama kurang lebih lima jam untuk tiba di Kecamatan Pronojiwo.

“Kalau bisa kami ingin meringankan beban warga terdampak, membantu dengan tenaga kami, karena kami pernah merasakan ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Sumbersari yang mendapatkan bantuan dari Komunitas Guyub Rukun, Ricko Ari Ansah mengatakan bahwa para relawan membantu untuk mencari uang senilai Rp5 juta, sejumlah perhiasan dan surat-surat berharga yang tertinggal.

Baca juga: Puncak Semeru tertutup mendung pekat

Baca juga: ACT olah 50 ton beras dan 5 ton ayam untuk penyintas Semeru


“Para relawan membantu mencari harta benda berupa uang. Waktu itu saat berlari tidak membawa uang, semua surat-surat kendaraan berharga ada di sini tertimbun, termasuk baju dan ada perhiasan,” katanya.

Gunung Semeru meletus pada 4 Desember 2021 dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) mengarah ke Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kurang lebih pukul 15.20 WIB.

Kawasan Umbulan di Dusun Sumbersari terdampak letusan Gunung Semeru cukup parah. Tercatat ada 20 hektare lahan pertanian yang rusak dan puluhan rumah mengalami rusak berat. Selain itu, ratusan warga juga harus mengungsi akibat bencana tersebut.

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021