Pemkot Madiun gratiskan tes cepat antigen bagi warga

Pemkot Madiun gratiskan tes cepat antigen bagi warga

Ilustrasi - Petugas gabungan Pemkot Madiun bersama TNI dan Polri menggelar operasi yustisi dan tes cepat antigen secara acak selama masa penerapan PPKM darurat di sejumlah tempat usaha guna menekan penularan COVID-19. (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)

Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun  menggratiskan tes cepat antigen bagi warganya yang dicurigai terpapar virus corona guna memaksimalkan penanganan COVID-19 di wilayah setempat.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan Pemkot Madiun sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk mewujudkan kebijakan tersebut. Harapannya, siapa yang sakit segera ditemukan untuk diberikan penanganan sebelum terlambat.

"Warga yang terutama di RT berzona merah atau kasus aktif banyak akan difasilitasi rapid antigen gratis. Yang merasa kurang enak badan, silahkan tes untuk mengetahui kondisinya. Kalau positif langsung dirawat di RSL Asrama Haji untuk mendapatkan penanganan," ujar Wali Kota Maidi di Madiun, Jawa Timur, Selasa.

Baca juga: BIN gelar vaksinasi bagi ribuan pelajar dan masyarakat di Madiun

Menurut dia, untuk melancarkan kebijakan tersebut, pihaknya dalam waktu dekat  melakukan pertemuan dengan pengelola laboratorium swasta di Kota Madiun. Laboratorium tersebut akan dikontrak untuk memberikan layanan tes cepat antigen warga Kota Madiun.

Dengan demikian, warga Kota Madiun tidak perlu memikirkan biaya tes cepat antigen untuk mengetahui terpapar COVID-19 atau tidak. Mereka yang terindikasi positif akan segera dilakukan perawatan di fasilitas isolasi terpusat yang disiapkan Pemerintah Kota Madiun.

"Daripada bertanya-tanya, sehat apa tidak, lebih baik langsung ke lab untuk tes antigen. Kalau ternyata positif, segera dilakukan perawatan agar tidak menulari yang lain," tegasnya.

Baca juga: Nakes di Kota Madiun mulai terima suntikan vaksin dosis ketiga

Wali Kota tak ingin terlambat dalam memberikan penanganan. Sebab, kebanyakan masyarakat yang saat dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi memburuk. Alhasil, penanganan kurang maksimal hingga tidak menutup kemungkinan meninggal dunia kemudian. Ia ingin, penanganan kesehatan bisa optimal jika kondisi warga sudah terdeteksi sejak dini.

"Jadi jangan menunggu sudah sesak baru ke rumah sakit. Kelihatannya tidak enak badan, langsung saja dicek ke lab. Ini nanti gratis," katanya.

Baca juga: Kota Madiun berstatus risiko sedang penyebaran COVID-19

Dengan deteksi COVID-19 sejak dini, diharapkan penanganan COVID-19 di Kota Madiun dapat maksimal, banyak yang sembuh, dan kasusnya terkendali.

Kasus COVID-19 di Kota Madiun hingga Selasa  mencapai 6.785 orang. Dari jumlah itu, 5.961 orang di antaranya telah sembuh, 199 orang lainnya masih dalam perawatan, 159 orang isolasi mandiri, dan 466 orang meninggal dunia.

Tambahan kasus per Selasa ini, konfirmasi positif COVID-19 18 orang, sembuh 28 orang, dan meninggal dunia empat orang. Sedangkan jumlah pelacakan hari ini sebanyak 158 orang.

Baca juga: RS Lapangan Asrama Haji di Kota Madiun mulai beroperasi
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021