Bio Farma terus distribusikan vaksin menuju 34 provinsi

Bio Farma terus distribusikan vaksin menuju 34 provinsi

Arsip foto - Warga memotret pengumuman penundaan pelaksanaan vaksinasi individu di Kimia Farma Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Jakarta (ANTARA) - PT Bio Farma (Persero) terus mendistribusikan vaksin COVID-19 menuju 34 provinsi di Indonesia yang jumlahnya disesuaikan dengan alokasi serta permintaan dari Kementerian Kesehatan RI.

"Vaksin akan bisa didistribusikan, apabila sudah melalui tahap-tahap tertentu, seperti proses fill and finish, packaging dan juga karantina uji untuk vaksin yang diterima dalam bentuk bulk (bahan baku)," kata sekretaris perusahaan sekaligus Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat malam.

Hingga Selasa (27/7), kata Bambang, sebanyak 173,3 juta dosis vaksin telah diterima Indonesia, terdiri atas 144,7 juta dosis dalam bentuk bahan baku yang didatangkan dari Sinovac dan 28,6 juta dosis dalam bentuk produk jadi yang berasal dari AstraZeneca, Covax dan Bilateral, Sinopharm dan Moderna.

Menurut Bambang vaksin dalam kemasan bahan baku sebanyak 144,7 dosis tersebut diperkirakan akan menjadi 117,3 juta dosis vaksin bentuk jadi, setelah melalui proses produksi.

Hingga Kamis (29/7), kata Bambang, Bio Farma telah memproses 117,1 juta dosis bahan baku vaksin COVID-19 yang siap didistribusikan menuju 34 provinsi di Indonesia.

"Bahan baku tersebut menghasilkan sebanyak 92,1 juta dosis produk jadi, dengan 74 juta dosis di antaranya sudah mendapatkan lot release dan 18,1 juta dosis dalam proses karantina," katanya.

Sedangkan untuk vaksin yang diterima dalam bentuk produk jadi, kata Bambang, hanya akan melewati proses karantina.

"Dalam proses pendistribusian, Bio Farma memiliki tanggung jawab untuk pelaksanaan distribusi vaksin sejak dari Bio Farma, hingga ke kabupaten/kota. Pelaksanaan distribusi tersebut tentu akan berdasarkan pada alokasi dan permintaan dari Kementerian Kesehatan," katanya.

Ia mengatakan dalam pendistribusian tetap harus memperhatikan ketersediaan vaksin yang siap didistribusikan atau sudah mendapatkan lot rilis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain hal-hal tersebut, kata Bambang, Bio Farma juga akan mempertimbangkan kapasitas penyimpanan di fasilitas dinas kesehatan tempat tujuan.

Bio Farma saat ini terus melakukan proses pendistribusian vaksin COVID-19 ke seluruh provinsi di Indonesia. Misalnya, sejak Senin (26/7), telah mendistribusikan vaksin ke 34 provinsi, antara lain sebanyak 2,1 juta vaksin AstraZeneca.

Distribusi vaksin juga dilakukan pada Rabu (28/7) sebanyak 1,6 juta terdiri atas vaksin AstraZeneca sebanyak 300.100 dosis dan Moderna sebanyak 1,3 juta dosis. Pada Kamis (29/7) Bio Farma kembali mengirimkan sebanyak 3,1 juta dosis vaksin, terdiri atas 1,2 juta dosis vaksin AstraZeneca, 1,9 juta dosis vaksin COVID-19, dan 47.400 dosis vaksin Moderna.

Dengan demikian, total vaksin COVID-19 yang sudah terdistribusi secara akumulasi hingga Kamis (29/7) telah terdistribusi sebanyak 85 juta dosis terdiri atas Coronavac 3 juta dosis, COVID-19 Bio Farma 67,7 juta dosis dan AstraZeneca 12,8 juta dosis.

Bambang memastikan bahwa kegiatan distribusi vaksin akan terus berjalan, di mana pada pada Jumat (30/7) ini didistribusikan kembali ke 19 provinsi sebanyak 1.106.600 dosis vaksin, yang terdiri atas vaksin AstraZeneca 332.300 dosis dan COVID-19 Bio Farma sebanyak 774.300 dosis.

Bio Farma, yang merupakan holding BUMN Farmasi, hingga saat ini masih menyisakan persediaan, seperti Astrazeneca Covax maupun bilateral, dari 14,8 juta dosis yang diterima oleh Bio Farma, 12,8 juta di antaranya sudah terdistribusi sehingga sisa di Bio Farma sekitar 2 juta dosis.

Sedangkan untuk vaksin Moderna dari 4,5 juta dosis yang diterima Bio Farma, sebanyak 1,5 juta dosis terdistribusi, dan sisanya sebanyak 3 juta dosis telah siap didistribusikan.

"Dengan demikian, secara akumulasi, sisa stok di Bio Farma sebanyak 5,1 juta ditambah dengan produk vaksin COVID-19 Bio Farma yang baru mendapatkan lot rilis per 29 Juli 2021, sebanyak 5,4 juta dosis. Sehingga total stok yang ada Bio Farma sebanyak 10,5 juta dosis yang siap dikirim dan selain itu juga masih ada bulk yang dalam tahap produksi di Bio Farma," kata Bambang.

Bambang menambahkan Indonesia dijadwalkan terus mendapat tambahan vaksin COVID-19 sekitar 45 juta dosis yang direncanakan akan datang pada Agustus 2021, yang terdiri atas Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021